Monday, May 28, 2012

Kecelakaan lalu lintas

Tingginya angka kecelakaan di Indonesia merupakan masalah yang perlu di atasi, kita perlu menelaah faktor apakah yang banyak mempengaruhi tingginya angka kecelakaan jalur darat di Indonesia, contohnya saja di Makassar, UGD Rumah Sakit tiap hari selalu saja ada penderita kecelakaan lalu lintas yang tangani, bukan hanya persoalan angka yang tinggi, namun akibat yang ditimbulkan pun bisa menyebabkan kecacatan bahkan hingga kematian yang tidak kita harapkan.

Kemarin saya berdiskusi dengan beberapa teman tentang masalah ini, dan umumnya mereka berkata bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat berlalu lintas, misalnya saja pada saat rambu2 lalu lintas menunjukkan lampu merah masih saja banyak pengendara yang menerobos, terlebih jika sudah jam2 11 ke atas, dimana sudah tidak ada polisi yang berjaga, masih banyak saja pengendara yang membandel tidak peduli warna lampu apa yang sedang menyala, tidak seperti di negara yang tertib lalu lintas, sudah dilengkapi dengan CCTV sehingga apapun yang terjadi akan ketahuan oleh pihak kepolisian, siapa dan kapan pelanggaran itu terjadi.

Belum lagi kesadaran dalam menjalankan kendaraannya, masih banyak orang yang menggunakan kecepatan di atas rata2 pada saat padat kendaraan, dan berkendara dengan bentuk zig zag yang otomatis sangat berisiko, sebagaimana kita ketahui bahwa di jalan raya dikenal 3 jalur yaitu jalur kiri, jalur tengah dan jalur kanan yang kesemuanya fungsi masing-masing, masih banyak saja pengendara yang menggunakan jalur kanan pada kecepatan 40 km/jam, dan banyak pula yang menggunakan jalur kiri dengan kecepatan 80 km/jam yang tentu saja ini melanggar aturan berlalu lintas.

Bukan hanya itu, kendaraan seperti mobil kampas yang sangat besar masih sering menghiasi jalan raya yang semestinya diatur, seperti di luar negeri di atur kapan sebaiknya kendaraan roda 10 misalnya berada di jalan raya misalnya pada saat tengah malam, yaitu saat kendaraan sudah sepi, namun kenyataannya malah kendaraan besar ini justru sering membuat macet jalan raya. terlebih lagi rasa ego masing2 supir angkot dalam mencari penumpang, tanpa memperhatikan baik2 pengendara lain demi mengejar penumpang kadang berebutan, kadang lepas rem dan sebagainya.

Tertib berlalu lintas sebenarnya agak sulit tercipta ketika sosialisasi masalah tertib berlalu lintas kurang, sebab masyarakat seperti kami ini memang perlu mendapatkan informasi banyak tentang hal ini, terlebih lagi mudahnya memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi) yang artinya segala aturan2 berlalu lintas tidak kita lewati bisa mendapatkan SIM, nah ini pula kelemahan negara kita. karena masyarakat cenderung ingin memperoleh dengan cara mudah, jika ada yang mudah buat apa mencari cara yang sulit. Jika sekiranya pemerintah tidak meluweskan hal tersebut maka kemungkinan menekan angka kecelakaan berkendara bisa dilakukan sebab ketidaktahuan rambu2 bisa menyebabkan mengendara dengan seenaknya.

Dari segi jalan raya, perlu di perhatikan oleh pemerintah dengan berintegrasi dengan masyarakat untuk melaporkan ketika ada kerusakan jalan raya, lubang bisa menyebabkan kecelakaan. sementara musim penghujan yang menggenangi jalanan banyak menyebabkan bocornya jalan raya. Kitapun mesti sadar bahwa peran masyarakat sangat penting bagi pembangunan bangsa, dengan adanya integrasi yang baik maka kita tidak perlu bergelut dengan masalah2 teknis seperti hal tersebut.

Sebenarnya inti dari tulisan saya adalah marilah kita sama2 menyadari pentingnya tertib berlalu lintas, demikian pula pentingnya berintegrasi dengan pemerintah dalam hal mencegah dan menekan angka penderita  kecelakaan lalu lintas sehingga kita aman dalam berkendara. Terima Kasih. Wassalam.

Penyakit berbasis puskesmas



Dari seluruh penyakit yang kerap ada di PUskesmas ternyata selalu menduduki urutan pertama adalah Dermatitis ataupun ISPA secara bergantian setiap bulannya, terkadang saya bertanya2 dalam hati mengapa hal ini bisa terjadi, apakah memang di Indonesia ini sangat potensial untuk berkembangnya penyakit ISPA dan Dermatitis.

ISPA adalah saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh faktor lingkungangan, seperti udara yang tercemar (polusi) yang dihirup terus menerus dan merusak organ pernafasan kita. adapun gejala yang ditimbulkan adalah badan pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. 


Kebanyakan pasien yang datang berobat ke puskesmas mengeluhkan gejala seperti tersebut diatas, memang sejak dahulu ISPA menjadi penyakit yang populer di Puskesmas. terlebih jika yang menyebabkannya adalah virus maka sangat berkaitan dengan daya tahan tubuh ketika daya tahan tubuh baik maka virus ini tidak akan menyerang inangnya, dan dapat sembuh dengan sendirinya. ketika lingkungan kita bersih, maka mereduksi penyakit ISPA akan besar sehingga bisa terhindar dari ISPA.


Selain ISPA penyakit yang kerap menjadi urutan pertama di Puskesmas adalah Dermatitis atau penyakit kulit dan juga sangat berkaitan dengan lingkungan yang umumnya terjadi, bisanya pasien yang datang mengelurhkan gatal-gatal baik karena bakteri ataupun jamur akibat bercengkrama dengan tanah, debu, tanaman dan sebagianya. bahkan adapula dermatitis yang menginfeksi seluruh kulit disebabkan karena agent masuk melalui peredaran darah penderita sehingga bisa menginfeksi sekujur tubuh yang biasa di tandai dengan merah-merah hingga bintil-bintil merah yang kadang sangat gatal.


Berikut jenis-jenis Dermatitis yaitu : 


Dermatitis kontak adalah kondisi yang disebabkan oleh alergen atau zat menjengkelkan. Dermatitis kontak iritan menyumbang 80% dari semua kasus dermatitis kontak.
Dermatitis atopik ini sangat umum di seluruh dunia dan meningkatkan prevalensi. Ini mempengaruhi pria dan wanita sama dan menyumbang 10% -20% dari semua rujukan ke dermatologists. Lebih rentan untuk mengembangkan jenis dermatitis adalah individu yang tinggal di daerah perkotaan dengan kelembaban rendah.
Dermatitis herpetiformis adalah jenis tertentu dari dermatitis yang muncul sebagai akibat dari kondisi pencernaan, yang dikenal sebagai penyakit celiac.
Dermatitis seboroik lebih sering terjadi pada bayi dan pada individu antara 30 dan 70 tahun. Ini muncul untuk mempengaruhi terutama laki-laki dan itu terjadi pada 85% dari orang yang menderita AIDS.
Dermatitis nummular adalah jenis yang kurang umum dari dermatitis, dengan tidak diketahui penyebabnya dan yang cenderung muncul lebih sering pada orang paruh baya.
Dermatitis stasis adalah peradangan pada kaki bagian bawah yang disebabkan oleh buildups darah dan cairan dan lebih mungkin terjadi pada orang dengan varises.
Dermatitis perioral bagaimanapun mirip dengan rosacea dan muncul lebih sering pada wanita antara 20 dan 60 tahun.

Inilah penyebab mengapa begitu banyak penderita dermatitis disebabkan karena manusia memang sangat berpotensi terkena penyakit Dermatitis sebagai penyakit yang kerap menduduki urutan pertama dalam penyakit berbasis puskesmas.


Contoh Tabel Sintesa

Tuesday, May 22, 2012

Ada apa dengan Rabies

Ada apa dengan Rabies mungkin kedengarannya sedikit penasaran. saya sengaja mengangkat judul ini, sebab hal ini mungkin tidak menjadi masalah yang sentral bagi masyarakat karena terjadi ketika adanya gigitan anjing gila yang kerap pada masyaarakat pada umumnya. Pada tahun 2006 pada tanggal 28 September oleh Alience for Rabies Control di canangkan sebagai hari rabies sedunia dan untuk pertama kali diadakan di Indonesia pada tanggal 4 November 2009 di Kab. Tabanan, Bali Tahun 2010.

Tahukah anda bahwa bagi saya masalah ini begitu penting sebab rabies sangat berbahaya dan mematikan jika tidak segera di tangani. namun sebelumnya saya mengawali dengan berbagi tentang melalui apakah penularan rabies tersebut.

Rabies adalah penyakit menular akut pada susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh (robdovirus) yang menyerang hewan berdarah panas dan manusia. Rabies menular melalui anjing, kera, kelelawar, domba, kucing dan sebagainya melalui air liur yang mengandung virus rabies melalui luka bekas gigitan.


Tanda-tanda penyakit yang dapat dilihat adalah manifestasi peradangan otak (encephalitis) gejala baru terlihat antara 10 hari sampai dengan 8 minggu setelah terinfeksi. Pada awal infeksi, hewan menunjukkan gejala seperti mencari tempat yang gelap dan dingin serta menyendiri, takut terhadap sinar. Pada stadium exitasi, hewan menunjukkan gejala menyerang dan menggigit apa saja yang bergerak di sekitarnya dan memakan benda-benda aneh seperti kayu, besi dan yang lainnya, mengeluarkan air liur yang berlebihan (hipersalivasi) dan suaranya terdengar serak (parau), bola mata terlihat keruh dan selalu terbuka, pada stadium lanjut, hewan nampak sempoyongan, semua reflek saraf hilang (kejang) dan diakhiri dengan kematian. Sedangkan manusia yang terserang penyakit ini dapat menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut : tidak mau makan dan minum, takut terhadap air dan sinar, peka terhadap suara-suara di sekitarnya dan sellau gelisah yang diakhiri dengan kejang-kejang, koma lalu meninggal.


Rabies sebenarnya sangat berbahaya sebab jika gigitan anjing rabies misalnya mengenai daerah wajah sangat dekat dengan syaraf sehingga harus cepat mendapatkan penanganan dan terkadang untuk di daerah terpencil atau di daerah tertentu sulit mendapatkan vaksin secepatnya karena memang pengadaannya terbatas untuk ke Dinas Kesehatan baik provinsi maupun daerah terlebih ke Puskesmas. Bisa dibayangkan jika penanganannya tidak cepat dan salah akan berakibat fatal.

Ada cara sederhana yang bisa dilakukan atau tindakan dini yang dilakukan ketika melihat orang di gigit anjing atau hewan lainnya yang dicurigai rabies yakni dengan membasuh atau mengalirkan dengan air yang hangat sekitar 40 derajat celsius kemudian di cuci dengan detergen hingga bersih bahkan kalau perlu melakukan pembersihan dengan air hangat sampai bersih ke dalam luka bekas gigitan tersebut, ketika anda bisa melakukan pemencetan pada bekas gigitan meskipun mengeluarkan darah agar bekas gigitan dan air liur tadi bisa cepat dibersihkan, Insya Allah penyembuhannya bisa 90 %, setelah itu segeralah mencari vaksin melalui Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Daerah, Dinas Kesehatan Provinsi atau ke Pusat, karena vaksin tidak bisa di drop banyak sebab mudah kadaluarsa sehingga produksinya sedikit. Meskipun memang biaya vaksin untuk penyntikan tersebut mencapai biaya hingga 1 juta rupiah hingga selesai paket penyumtikan vaksinnya.

Saya mencoba bercerita tentang kejadian rabies dari hasil diskusi di kelas kemarin, ada seorang teman bercerita bahwa ada keluarganya yang pernah terkena anjing gila kemudian menurut si penderita dirinya tidak terinfeksi karena tidak terjadi reaksi apa-apa setelah beberapa hari setelah di gigit sebab gigitannya pun kecil pada daerah kaki, namun apa yang terjadi setelah satu tahun berlangsung sejak kejadian itu tiba2 ia terserang penyakit rabies yang tidak dia duga, sehingga dirinya cepat-cepat di vaksin dan mendapatkan pertolongan oleh petugas kesehatan, ternyata demikian pula yang terjadi dengan keluarga dosen saya kejadiannya sama setelah tergigit tidak langsung bereaksi, namun setelah setahun kemudian barulah timbul reaksi dari rabies tersebut hingga harus di rawat di rumah sakit bahkan sudah masuk ke dalam tahap parah karena sudah ingin menggigit orang yang ada di sekitarnya.

Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa ketika di gigit anjing gila sebaiknya langsung di vaksinasi saja sebab tidak menutup kemungkinan kejadian sepeti cerita nyata tersebut di atas bisa terjadi pada siapa saja. Selain itu kita mesti memahami bahwa rabies itu bukan saja bisa menginfeksi lewat gigitan saja, melainkan ketika ada luka pada tubuh kita kemudian, luka tersebut tanpa sengaja terkena liur dari anjing, kucing, atau hewan lain yang sudah terinfeksi rabies.sehingga kita perlu waspada akan hal tersebut.

Secara gamblang anda bisa melihat ciri-ciri hewan terinfeksi rabies, selain ciri diatas, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana yaitu ketika ada anjing yang tadinya jinak kemudian tiba-tiba menjadi liar, kemudian gelisah (bergerak tanpa arah yang jelas), keluar masuk rumah atau kandang, pandangannya seperti ingin memangsa, dan menyergap apa saja yang dia temui, jika dia menemui ayam maka ia akan terus mengejarnya, jika menemui manusia maka ia akan melombat dan menggigitnya, sehingga sangatlah berbahaya ketika ia mendapatkan anak kecil yang belum paham untuk harus lekas lari ketika ada anjing atau hewan lain yang dicurigai menderita rabies karena umumnya yang meninggal karena rabies adalah anak usia < 15 tahun.

Demikian yang bisa saya bagikan kepada anda, dan terima kasih atas perhatiannya. Wassalam