Showing posts with label Artikel Umum. Show all posts
Showing posts with label Artikel Umum. Show all posts

Tuesday, March 1, 2016

Ngeblog untuk wirausaha

Mengapa perlu ngeblog !

Pertanyaan yang sangat bagus bagi saya ..kok mesti melirik blog untuk berwirausaha ?
Alasannya adalah mudah di buat, cocok untuk semua user, bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan pada tiap profesi, send of purpise : blog dibuat seusia dengan tujuan dan kebutuhan, selain itu melatih berpikir, menyampaikan pendapat, pengalaman dan menulis. serta sarana edukasi dan pemberdayaan.

Selain itu ada keuntungan lain seeprti saling berbagi ekspresi dan informasi secara tertulis, membentuk komunitas blogger, berdiskusi mengenai blog dan permasalahannya, terakhir media komunikasi baru di internet yang populer serta gratis.

Wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya yang meliputi kepandaian mengenali produk baru, cara produksi. atau mengusahakan suatu pekerjaan baik diri sendiri ataupun orang lain.

Membuat toko di dunia maya adalah sebuah cara yang sangat menarik dan produktif, selain bisa di googling oleh banyak orang, juga sebagai bentuk promosi yang sangat mudah dan murah. mengingat sekarang ini internet bukanlah sebuah hal yang baru.

Salah satu kriteria bahwa sebuah usaha itu bagus adalah dengan pemasarannya...tentunya dengan melihat produk yang dijual di dalam sebuah blog, atau dengan melihat sejak kapan usaha tersebut dirintis bisa dilihat melalui blog tersebut, testimoni dari pelanggan, share foto yang telah membeli, atau beragam informasi yang bisa disajikan di dalam blog tersebut.

baik kita bakal mulai bagaimana membuat blog,
tiga langkah mudah yaitu ciptakan account, beri nama blog, terakhir adalah pilih template.

Mari belajar lewat wordpress.com
Ada 2 macam wordpress...kalau menggunakan wordpress.co.id itu berbayar, kemudian jika kita gunakan dot com itu gratisan sehingga wordpress dianggap lebih cocok untuk sebuah usaha.

Tahun ini Keminfo membuat terobosan baru untuk membantu para wirausaha dalam mempermudah usahanya dengan membagikan domain gratis yang dikenal dengan sejuta domain, dengan target selama 3 tahun.

Tuesday, March 31, 2015

Masalah Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Apa Kabar, Semoga Anda Sehat wal Afiat..dan selalu dalam lindungan_Nya..Amin..
Pembahasan kali ini adalah Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE, bagi yang biasa ngeblog..mungkin sesekali mendapati hal semacam ini muncul di blognya...

Penyebab Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
Dalam artikel berbahasa londo ini karena kita meng-copas text dari MS Word dengan cara select all (CTRL+A). Makanya, format-format yang (mungkin) bentrok antara format Word dan Blogger menyebabkan hal itu. Memang saya meng-copas artikel lama saya yang mau saya post lagi dari MS Word.

Beberapa Cara Mengatasi Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
  1. Jangan meng-copas text dari MS Word dengan cara CTRL-A, CTRL-C, dan dipastekan di Blogger.
  2. Jika mau nge-copas dari Word, highlight scroll aja dari atas sampai bawah dengan mouse.
  3. Pindahkan dahulu text dari MS Word ke Wordpad seperti yang sedang saya lakukan ini. Setelah itu bisa di-copas dengan cara CTRL-A, CTRL-C, lalu dipastekan dari Wordpad ke Blogger.
  4. Copas dari artikel yang rusak tadi ke posting barunya.
Cara ini saya copas dari ezon7.blogspot dan ternyata setelah saya terapkan, hasilnya tidak muncul lagi masalah saat saya melakukan postingan pada tulisan saya.. Alhamdulillah..kepada anda yang mengalami hal yang sama, maka saya sarankan anda untuk mencoba cara tersebut. Selamat mencoba..

Friday, August 29, 2014

Penelitian Menurut para ahli

 http://aguskrisnoblog.wordpress.com

Beberapa definisi penelitian menurut para ahli :
  1. Menurut  kamus Webster’s New International, penelitian adalah penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan sesuatu.  
  1. Menurut ilmuwan Hillway (1956) penelitian tidak lain dari suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.   
  1. Whitney (1960) menyatakan bahwa disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja menyelidik harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama. Dengan demikian, penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan kebenaran, sehingga penelitian jug amerupakan metode berpikir secara kritis. 
  1. Whitney mengutip beberapa defenisi tentang penelitian yang diturunkan dibawah ini: “Penelitian adalah pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis dengan penekanan bahwa pencarian ini dilakukan terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan (Parsons, 1946).” 
  1. Penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antarfakta dan menghasilkan dalil atau hokum (John, 1949). 
  1. Penelitian adalah transformasi yang terkendalikan atau terarah dari situasi yang dikenal dalam kenyataan-kenyataan yang ada padanya dan hubungannya, seperti mengubah unsure dari situasi orisinal menjadi suatu keseluruhan yang bersatu padu (Dewey, 1936). 
  1. Penelitian merupakan sebuah metode untuk menemukan kebenaran yang juga merupakan sebuah pemkirian kritis (critical thinking). Penelitian meliputi pemberian defenisi dan redefenisi terhadap masalah, memformulasikan hipotesa atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan apakah ia cocok dengan hipotesa (Woody, 1927). 
  1. Menurut Gee (1957) memberikan tanggapannya sebagai berikut: “Dalam berbagai defenisi penelitian, terkandung ciri tertentu yang lebih kurang bersamaan. Adanya suatu pencarian, penyelidikan atau investigasi terhadap pengetahuan baru, atau sekurang-kurangnya sebuah pengaturan baru atau interpretasi (tafsiran) baru dari pengetahuan yang timbul. Metode yang digunakan bisa saja ilmiah atau tidak, tetapi pandangan harus kritis dan prosedur harus sempurna. Tenaga bisa saja signifikan atau tidak. Dalam masalah aplikasi, maka nampaknya aktifitas lebih banyak tertuju kepada pencarian (search) daripada suatu pencarian kembali (re-search). Jika proses yang terjadi adalah hal yang selalu diperlukan, maka penelitian sebaiknya digunakan untuk menentukan ruang lingkup dari konsep dan bukan kehendak untuk menambah defenisi lain terhadap defenisi-defenisi yang telah begitu banyak.”

Monday, October 28, 2013

Ada apa dengan Televisi

Setiap rumah di zaman sekarang ini hampir seluruhnya punya TV di rumahnya, hal ini bukanlah hal yang mengejutkan karena harga yang relatif bisa di beli oleh konsumen terlebih bisa menyediakan informasi terkini adalah sasaran orang membelinya. selain karena tersedia banyak channel yang bisa anda pilih juga bisa jadi ajang untuk berbagi informasi bagi orang lain.

Setiap produk pasti memiliki dampak positif dan tentunya negatif, tidak bisa dipungkiri termasuk TV singkatan dari "Televisi", berawal dari dampak positifnya, anda bisa mendapatkan informasi baik lokal, nasional dan internasional. Tentunya anda bisa mendunia dengan tidak ketinggalan informasi. Beranjak dari hal positif yang bisa di ambil, hal negatif juga perlu di perhatikan oleh konsumen.

Jika diperhatikan secara seksama, bukan TV yang mesti di salahkan atau dibenarkan karena TV itu hanyalah alat atau media untuk menyiarkan informasi, tapi siaran-siaran yang disajikan inilah yang semestinya harus di seleksi sebaik mungkin.

Miris adalah hal yang pantas saya katakan tatkala melihat berbagai siaran yang di tayangkan di TV, menjadi tiruan bagi generasi kita sekarang ini, contohnya saja maraknya "Gosip" artis yang negatif, yang seyogyanya menjadi pelajaran bagi yang menonton atau konsumen bahwa hal tersebut tidak baik untuk diikuti seperti perselingkuhan, perceraian, pertengkaran, dan sebagainya kerap di jadikan kiblat kebanyakan orang, dengan perkataan "artis saja seperti itu apalagi kita" wah...apakah memang artis itu adalah Nabi yang harus diikuti selayaknya sunnah rasul. hem...jadi mikir.

Tindakan asusila dengan berharap akan terkenal juga banyak dilakukan, menyiram orang lain yang dibencinya menggunakan air keras yang awalnya hanya dilakukan oleh satu orang pada satu peristiwa di daerah tertentu, ntah mengapa semakin banyak dan merebak, seharusnya setelah melihat betapa bahayanya perilaku seperti ini, bisa membuat masyarakat menjadi waspada dan tidak berpikir melakukannya, malah sebaliknya ada segilintir orang yang malah berbalik dari tidak tahu atau tidak punya ide seperti itu "menyiram air keras ke orang yang dibenci" malah dapat ide baru. HUft....apa yang salah sebenarnya.

Seharusnya media baik cetak maupu elektronik setiap memberikan informasi yang negatif ke masyarakat bisa pula dibarengi dengan penjelasan dan wejangan kepada masyarakat bahwa hal tersebut sangat tidak terpuji, berbahaya dan sangat dilarang agar timbul kesadaran dan tidak menjadikan ide baru negatif bagi orang lain.

Tak ada yang salah dalam hal ini, namun sebaiknya mencegah lebih baik dari pada menyesali.

Mari Menonton secara bijak.
Berpikir setiap bertindak
Selalu berpikir positif.
Terima Kasih

Wednesday, September 26, 2012

Peran Guru dalam Meredam Tawuran

Saat pertama kali membaca info dari dinding facebook saya tentang Lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar " Guruku Pahlawanku", saya kemudian sangat tertarik untuk ikut lomba ini, terkait dengan temanya yang sangat menarik. kemudian saya membuka di google.com, situs yang mengadakan lomba ini dengan maksud untuk tahu persyaratannya. Tapi tentunya bagi anda yang juga ingin ikut lomba ini silahkan buka http://indonesiaberkibar.org/term-and-condition.html.

Setelah membaca persyaratannya, barulah saya membuka akun saya di google yang kebetulan saya buat setahun yang lalu. Tema lomba ini adalah "Guruku Pahlawanku" kemudian saya berinisiatif membuat judul peran guru dalam meredam tawuran, sebab tawuran menjadi hal yang populer kini.

Saat menyetel TV, mendengarkan radio, mencari head news di internet, membaca koran dan sebagainya, maka tawuran menjadi head centre. Nah..lantas bagaimana peran guru dalam meredam tawuran ??

Maraknya tawuran akhir-akhir ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal, yakni dari segi internalnya adalah faktor yang berlangsung melalui proses internalisasi diri yang keliru oleh remaja dalam menanggapi lingkungan di sekitarnya dan pengaruh dari luar, dimana perilaku merupakan reaksi ketidakmampuan melakukan adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Lantas untuk faktor eksternalnya dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  • Faktor keluarga yakni baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidaknya sebuah rumah tangga, perlindungan lebih yang diberikan orang tua. penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu.pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
  • Faktor lingkungan sekolah, seperti lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.
  • Faktor lingkungan, yaitu lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja.
Dalam hal ini sosok seorang guru sangat diperlukan sebagai panutan, sebagai peredam dan sebagai pengayom anak didiknya. Guru sebenarnya selain sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab terhadap ilmu yang mereka miliki untuk ditransfer kepada siswa-siswinya, juga memiliki tanggung jawab dalam membimbing mereka agar berakhlak baik, menjadi teladan untuk di contoh oleh siswa-siswinya.

Hingga hari ini tawuran masih kerap terjadi, namun sebenarnya bukan serta merta karena kesalahan guru melainkan ada banyak faktor yan gmempengaruhinya dan semua itu tentu saja tidak mungkin bisa ditangani seratus persen oleh seorang guru, bisa saja faktor internal yang memicu terjadinya tawuran akibat terbawa dari keluarga kemudian merambah ke tingkat yang lebih luas sehingga menyebabkan terjadinya tawuran.

Peran guru sebagai tenaga pendidik tidak boleh diremehkan dan disalahkan sebagai akibat ketidakberhasilannya dalam mencegah tawuran sebab guru seyogyanya sudah memberikan bimbingan kepada anak-anak didiknya.

Kemudian jika anda bertanya dimana letak dari peran guru dalam meredam tawuran, kemudian jawabannya adalah melalui pendekatan khusus, melalui pendekatan kelompok dan pendekatan individu oleh guru, sebab guru mampu menggantikan peran orang tua anak didiknya dengan pendekatan intra personal dari hati ke hati, guru pun mampu menjadi panutan yang menjadi sosok yang dibanggakan oleh muridnya sehingga ketika dilakukan pendekatan maka kemungkinan agar timbul kesadaran dari anak didiknya amatlah besar.

Ketika semua guru mampu mengoptimalkan perannya di sekolah maka kemungkinan terjadinya tawuran amatlah kecil sebab guru menjadi orang kedua setelah orang tua dari anak didik yang sangat dihormati dan menjadi teladan bagi siswa-siswinya.



Sunday, August 26, 2012

5 kiat menjadi pembicara hebat


Gambar Soekarno ini merupakan salah satu tokoh yang bisa menjadi inspirasi seorang yang bisa dijadikan contoh pembicara hebat, dan tentunya masih banyak lagi contoh pembicara-pembicara hebat lainnya.

Anda mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang ingin menjadi seorang pembicara hebat, ataukah anda bermaksud untuk mengetahui bagaimana menjadi seorang pembicara hebat, berikut ini adalah rangkuman dari buku yang saya beli sewaktu kuliah dulu yang berjudul 25 kiat dahsyat menjadi pembicara hebat.

Mungkin anda penasaran apa saja yang menjadi isi dari buku yang dikarang oleh Rob Abernathy dan Mark Reardon yang diterbitkan oleh KAIFA...

Ada 25 kiat dahsyat dalam buku ini tapi saya tuliskan 5 kiat terlebih dahulu, kemudian nanti akan saya lanjutkan kembali pada postingan saya berikutnya :

  1. Masuklah dari sisi kiri, maksudnya adalah masuklah dari sisi kiri pendengar, sehingga mata dan kepala para pendengar bergerak ke arah kiri, dan dengan demikian merangsang otak kanan yang bersifat tidak menghakimi untuk bekerja, sehingga pendengar bisa bersikap terbuka dan menerima. ini terkait dengan cara kerja otak kanan dan otak kiri yang akan saya bahas pada kesempatan berikutnya. Menurut Tom Leech " Ketika berjalan menuju podium, ingatlah untuk membawa serta diri Anda. Itulah diri alamiah, energik, dan mengesankan Anda yang membawa Anda ke sana.
  2. Dari dalam ke luar, Indra terkuat adalah mata anda, rute syaraf dari mata ke otak 25 kali lebih besar dibandingkan dengan rute saraf dari telinga ke otak. Pendengar dapat mengetahui apa yang anda rasa dan pikirkan semata-mata dari gerakan dan cara anda berdiri.sebelum melakukan persentase tampakkan sikap percaya diri anda, biarkan tubuh anda mengekspresikan kondisi bathiniah anda demikian. Menurut Stephen Covey " Kemenangan pribadi mendahului kemenangan publik"
  3. Percakapan lewat mata, Libatkan pendengar anda ke dalam gagasan-gagasan anda dengan melakukan kontak mata. umumnya seorang presenter memandang jauh melampaui kepala pendengarnya yang mengisyaratkan ketidaksiapan dan/atau mementingkan diri sendiri sementara pendengar ingin merasa dilibatkan seperti dalam percakapan.oleh karenanya pendengar perlu dilibatkan melalui kontak mata. sebagaimana menurut Rob Abernathy "Presentasi adalah hubungan insani, yaitu otak ke otak, hati ke hati".
  4. Telapak tangan ke depan, menurut penulis buku ini "saya menggerakkan telapak tangan ke depan secara luwes untuk membangkitkan perhatian pendengar, menunjukkan keterbukaan terhadap gagasan-gagasan, dan secara sadar menyampaikan bahasa tubuh".  Telapak tangan ke depan lebih menyiratkan keterbukaan dan ajakan. gerakan ini tepat sekali untuk menggantikan telunjuk yang  menyiratkan ketidaksopanan. kata motivasi selanjutnya adalah "keberanian berbiacara harus dibarengi dengan kearifan mendengar"
  5. Modalitas Bahasa, Para ahli neurolinguistik mengingatkan kita akan keampuhan bahasa untuk mendapatkan asosiasi mental. "saya langsung mengaitkan diri dengan pelbagai modalitas dengan secara sadar merangkai kata-kata dan frase saya, melibatkan para pendengar secara visual, auditori, dan kinestetis. Menurut C.W Ceran "Jenius adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi sederhana".
Inilah kelima kiat menjadi pembicara hebat yang bisa saya share kepada anda, dan tentunya masih ada 20 kiat lagi yang akan saya lanjutkan pada kesempatan selanjutnya....
Terima kasih atas perhatian anda, dan salam sukses..^_^

Monday, August 20, 2012

Matematika itu menyenangkan

Belajar matematika bagi sebagian orang adalah hal yang sangat menakutkan dan terkesan pelajaran angker, mengapa saya katakan demikian, sebab terbukti sejak saya duduk di bangku sekolah dan kebanyakan pengalaman orang lain pada umumnya pelajar benci, takut, merasa tegang ketika memasuki pelajaran matematika.Matematika menjadi "setan" yang sering kali menghantui siswa.

Mengapa hal ini bisa terjadi ??
Ini adalah jawaban dari permasalahan tersebut yaitu :

  1. kesulitan yang dihadapi karena rumus yang terlalu banyak dan kurangnya contoh soal-jawab menjadi alasan mengapa pelajaran ini begitu di benci oleh siswa.
  2. terkadang guru yang mengajarkan matematika sama seramnya dengan pelajaran ini, he..he.. saya menggunakan kata seram sebab ketika sudah belajar matematika, kebanyakan siswa berkeringat dingin dan pucat laiknya orang yang sedang melihat setan. Artinya jika pelajaran matematika di berikan sebaiknya guru bidang studi tersebut mesti pandai-pandai dalam meramu pelajaran ini sehingga menjadi menyenengkan dan pengalaman saya dahulu, guru bidang studi matematika yang pandai melucu melalui pelajaran matematika menyebabkan pelajaran ini justru adalah pelajaran yang ditunggu-tunggu.
  3. rasa malas yang tertanam dalam diri siswa untuk mau tahu dan terus belajar matematika serta menghafal, tidak seperti pelajaran sosial yang bisa di karang.
  4. matematika sebenarnya pelajaran yang sangat menyenangkan ketika kita terbiasa belajar, mencatat, menjawab soal, terbiasa bertemu dengan angka-angka tapi perlu diketahui adalah hal yang jarang siswa mau melakukan hal seperti itu, mungkin karena perkembangan tekhnologi yang disuguhkan di zaman sekarang yakni banyaknya permainan atau games2 yang justru lebih menarik perhatian untuk dikerjakan dibandingkan dengan menggeluti pelajaran matematika.
  5. masih kurangnya media pembelajaran yang memadai di sekolah-sekolah yang bisa membangkitkan gairah belajar siswa.
  6. siswa terkadang ketika mengerjakan soal matematika dan tidak bisa melanjutkannnya hingga selesai karena terbentur dengan penyelesaian yang tak berujung hasil dan tidak ada tempat untuk berbagi jawaban sehingga mereka umumnya cuek dan malas untuk cari tahu karena kebanyakan orang yang mereka tempati bertanya adalah orang yang juga kurang suka dengan matematika sehingga semangatnya menjadi pudar, he..he..
  7. mencari guru private atau membuat kelompok belajar atau club belajar matematika adalah langkah yang sangat bagus untuk menyelesaikan setiap permasalahan matematika yang dihadapi oleh siswa sehingga bisa terus semangat dalam menyelesaikan soal-soal karena punya teman atau orang yang bisa membangkitkan semangatnya.
  8. dan masih banyak lagi jawaban lainnya.
Menurut Hellen Maclnnes , " Tidak ada yang menarik jika Anda tidak merasa tertarik", artinya anda akan merasa senang dengan matematika ketika anda punya ketertarikan terhadap pelajaran tersebut.

Menurut Thomas A. Edison Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. tidak akan dapat menggantikan kerja keras.

Hidup tak selalu indah, tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.

Tuesday, August 14, 2012

Istilah dalam twitter


Ada banyak teman yang sering menanyakan bagaimana caranya bermain twitter, karena umumnya punya akun twitter namun tak tau cara menggunakannya, berikut ini istilah-istilah yang ada dalam twitter yang saya copy dari http://www.diatasawam.com/istilah-istilah-di-twitter/ dengan tujuan untuk memudahkan saya juga ketika ada teman yang ingin bertanya, itung-itung saya pun bisa belajar coz..jujur saja saya masih kurang mengerti masalah twitteran, he..he..

nih dia istilah-istilahnya :

Tweet :
Sebutan untuk setiap posting dalam Twitter. Isi tweet  terbatas hingga 140 karakter saja.
Follow:
Akun Twitter yang Anda ikuti update tweet-nya. Untuk mengikuti tweet akun Twitter tertentu cukup klik tombol Follow pada saat Anda membuka halaman akun Twitternya.
Follower:
Akun Twitter yang mengikuti update tweet Anda. Untuk mengetahui siapa-siapa saja yang mengikuti tweet Anda, klik menu Followers yang ada di sebelah kanan atas halaman Twitter Anda.
Reply:
Membalas isi tweet orang lain. Jika ingin membalas isi tweet seseorang, klik tulisan reply dibawah isi tweet maka nama pemilik tweet yang Anda balas tersebut akan muncul di kolom posting Anda.
Mention (@):
Menyebut id twitter seseorang dalam isi posting, sering digunakan untuk me-reply. Untuk mengetahui siapa saja yang telah menyebut id twitter Anda, klik tulisan @idanda yang ada di sebelah kanan
Retweet (RT) :
Mengulang isi tweet orang lain. Fungsi ini sangat berguna untuk menyebarkan isi tweet orang lain yang menurut Anda menarik dan penting tanpa menghilangkan identitas si pemilik tweet. Beberapa orang menggunakan fungsi RT pada aplikasi pihak ketiga untuk membalas tweet, namun hal ini sebenarnya kurang pas.
Hashtag (#) :
Hashtag berfungsi untuk memberi tanda pada topik tertentu agar orang lain dapat dengan mudah mencari topik tersebut.
Trending Topic (TT) :
Topik yang paling banyak dibicarakan para pengguna Twitter secara bersamaan pada satu waktu tertentu.

Friday, May 18, 2012

Kearifan Lokal


Pada tanggal 08 bulan 4 tahun 2012 yang lalu saya mengikuti Workshop di Aula dr. Amiruddin Fak. Kedokteran UNHAS dengan tema Budaya lokal mewarnai anak bangsa melalui tulisan.

Acara dimulai pukul 08.00, oleh MC yang dilanjutkan dengan tilawah dan sambutan-sambutan yang dimuali dari Ketua FLP Ranting UNHAS, WR. 3 UNHAS.disela-sela sambutan bapak WR. 3 memberikan ilustrasi tentang slogan UNHAS tentang MARITIM yang artinya :
M = Manusiawi,
A = Arif,
R = Religius,
I = Integritas,
T = Tangguh,
I = Inoveatif,
dan M = Mandiri.
dikatakan pula bahwa Inspirasi banyak muncul melalui budaya dengan budaya yang tinggi akan menciptakan banyak tulisan, sebagaimana di contohkan mengapa beras yang ditaburi untuk tari padduppa saat ada tamu penting yang datang untuk budaya orang Bugis Makassar sebab begitu tingginya penghargaan kepada tamunya sampai beras yang dianggap begitu mulia untuk orang bugis makassar ditaburkan, kemudian mengapa saat menikah mesti membawa kepala ? maknanya adalah agar orang luar sampai ke dalam membawa manfaat bagi orang lain. Terakhir dikatakan bahwa menulis sepanjang di baca orang maka amal jariah akan mengalir terus. Demikianlah sambutan sekaligus mengantar seluruh peserta mengetahui sedikit tentang tema workshop tersebut.

Mengawali materi yang pertama maka moderator menyampaikan sebuah kata bahwa kreatif bukan apa yang kita cari tapi apa yang kita temukan. adapun pemateri yang pertama adalah Dul Abdurrahman seorang penulis terkenal dengan berbagai novel, cerpen yang telah ia tulis salah satunya yang berjudul pohon-pohon rindu, dan lagaligo.

Seiring dengan bergeraknya waktu hal-hal berbau lokal sudah tercabut dari akarnya, sehingga perlu dikaji dan diperhatikan. Hal menarik yang diungkapkan oleh pemateri yang pertama adalah "mate maddara" yang artinya orang bugis senang kerja membanting tulang, orang bugis pantang ditraktir, melainkan dirinyalah yang senang meneraktir orang karena persoalan malu meskipun terkadang tidak punya uang pantang ditraktir, budaya malu yang sangat ditanamkan. "Reso Tamangingngi" yang artinya bekerja dengan sungguh-sungguh dengan disertai dnegan do'a, budaya Makassar "Ejapi na doang" artinya seseorang dikenang karena karyanya. simbol budaya orang bugis makassar adalah perahu yang artinya sekali sudah berlayar pantang untuk kembali kalau perlu tenggelam, karena budaya malu yang ditanamkan. "Teai tau bugis makassar punna tena na loko bokoanna" artinya orang bugis makassar tidak pernah lari dari kenyataan, orang bugis makassar pantang untuk berutang dan selalu untuk memberi, setiap masalah selalu mencari jalan untuk menyelesaikan masalah.

Dalam kesempatan itu pula pemateri membahas tentang perihal sosial kemasyarakatan orang bugis makassar yang dikenal dengan ladung (seseorang melakukan perbuatan tercela akan diikat di pohon dan dilempari batu, atau dipaoppangi tanah yang artinya harus meninggalkan daerah karena membuat malu), orang bugis makassar di modali perahu untuk meninggalkan kampung sebab orang bugis makassar sangat mempertahankan harga diri dan masih banyak sekali hal-hal yang diceritakan yang bagi saya adalah hal yang sangat menarik untuk diungkapkan dan dikembangkan dalam bentuk tulisan, hingga selesainya acara ini terdapat 6 orang pemateri yang membahas tentang bagaimana budaya lokal mewarnai anak bangsa melalui tulisan.

Demikianlah yang dapat saya sharing dan terima kasih atas perhatiannya Wassalam.



Saturday, March 3, 2012

Anda Butuh Pasport


Kali ini saya ingin membagikan informasi dari pengalaman saya membuat  pasport, anda mungkin punya keinginan keluar negeri dan membutuhkan pasport sebagai syaratnya. Nah untuk membuat pasport adalah hal yang sangat mudah dan jika anda tidak terburu-buru untuk bepergian amatlah mudah sisa memenuhi perlengkapannya saja.
Anda mau tahu ?? coba simak di bwah ini :
  1. Siapkan foto copy KTP
  2. Siapkan foto copy KK
  3. Siapkan foto copy akta kelahiran atau ijazah pendidikan anda.
  4. Siapkan uang pendaftaran sebesar Rp. 255.000 plus uang formulir (sebenarnya gratis sih cuman ada pula yang menjualnya) biasanya uang formulir Rp. 20.000
Nah, yang perlu anda tahu pula bahwa alamat pada KTP harus sama dengan KK (setau saya) jadi sebelum ke Imigrasi periksa dulu, kalaupun ada masalah anda bisa langsung tanyakan kepada bagian informasi masalah  anda.
Tahp-tahapnya adalah :
  1. Siapkan perlengkapan/berkas anda dan silahkan isi formulir anda. untuk formulir anda bisa dapatkan langsung di bagian imigrasi.
  2. setelah itu masukkan berkas anda untuk di ACC, kemudian sekitar 3-4 hari anda dipersilahkan untuk datang kembali untuk berfoto,
  3. Setelah berfoto, pasport anda tidaklah langsung selesai melainkan anda akan menunggu sekitar 1 minggu untuk selesai.
Kemudian bagi anda yang terburu-buru atau butuh segera pasport untuk bepergian maka anda bisa membayar lebih dari biaya pada umumnya yakni sekitar Rp 350.000, namun tetap di Verifikasi dulu datanya lalu berfoto tapi tidak selama yang umum. hanya butuh waktu 1 hari untuk berfoto. 

Nah..selanjutnya untuk yang ingin berangkat secara kolektif, silahkan anda ambil formulir sesuai dengan keperluan teman-teman anda, kemudian isi dan lengkapi berkas lalu masukkan. jangan lupa membawa rekomendasi dari instansi anda. anda pun tetap di kenai biaya sesuai dengan keperluan anda, jika anda butuh cepat Rp 350.000, dan jika agak lama Rp 255.000 plus formulir.

Itulah informasi yang bisa saya bagikan kepada anda seputar pembuatan pasport baru. semoga bermanfaat dan terima kasih. ^_^

Tuesday, January 24, 2012

PEMBERIAN TUGAS INDIVIDU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG STUDI IPS

Peningkatan kualitas proses dan hasil pendidikan pada umumnya senatiasa menjadi target utama oleh para guru dengan mengupayakan memodifikasi berbagai teknik dan cara dalam proses belajar mengajar. Dalam meningkatkan proses dan hasil belajar sebagai satah satu indikator kualitas pendidikan, perhatian terhadap kegiatan siswa merupakan upaya langsung dan paling realitas. Upaya tersebut diarahkan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam bentuk pekerjaan tambahan (pekerjaan rumah ).
Pemberian tugas secara rutin kepada siswa dapat membangkitkan motivasi untuk mengkaji secara mendalam terhadap mated pelajaran. Proses belajar yang demikian tentunya membed arti dan makna yang positip terhadap motivasi belajar siswa. Diakui bahwa proses belajar seseorang itu senantiasa dipengaruhi dari berbagai faktor dan salah satu diantaranya adalah upaya guru menciptakan kondis! yang kondusif terhadap days ingatan siswa terhadap materi pelajaran.
Reaksi secara positif terhadap pemberian tugas, manakala tugas yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pribadi siswa, karena ini besar pengaruhnya terhadap proses berpikir seseorang dalam mememecahkan masalah yang ditemukanpada materi pelajaran.
Dengan demikian pemberian tugas kepada siswa adalah salah satu langkah logis untuk mengaktifkansiswa dalam belajar mengajar. Namun dibalik itu pemberian tugas yang sering sekali juga dapat mengakibatkan kejenuhan dan pembagian waktu dengan mengerjakan yang lain, sehingga guru seyogyanya berupa memperhitungkan kemampuan dan keterbatasan dari siswa dan dijadikan sebagai dasar membangkitkan motivasi belajar siswa. Namun demikian ada sejumlah issu yang cukup potensial untuk dikaji yaitu, perhatian guru terhadap aktivitas siswa dalam proses belajar megajar dan aspek kajian dalam penelitian ini adalah pemberian tugas kepada siswa.
 Reaksi dari siswa itu sangat bervariasi antara lain keinginan, kemampuan dan kesempatan untuk mengerjakan tugas. Dan diakui tugas yang sukar dan sering dilakukan oleh guru dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap kadar belajar siswa.
Jadi untuk mengetahui ketepatan siswa menyelesaikan tugas dapat diadakan interaksi tersebut sikap kejujuran siswa sangatdiharapkan untuk mengemukakan tentang kemampuan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan Guru. Indicator yang sangat penting adalah kejelasan makna tugas yang diberikan dan lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Karena indicator ini sangat mempengaruhi terhadap kondisi objektif yang dihadapi oleh setiap siswa, yang diakui mempunyai latar belakang karakteristik yang berbeda setiap siswa.

Friday, January 20, 2012

Hakikat Belajar

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti, bahwa berhasil tidaknya tujuan pencapaian pendidikan bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Istilah belajar ialah proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru/merubah kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dan menyusaikan diri terhadap situasi-situasi yang dihadapi dalam hidupnya.[1] Menurut Gagne belajar didefinisikan sebagai suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. Proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.[2]
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu :
1)      Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang disebut faktor individual.
2)      Faktor yang ada diluar individu yang disebut faktor sosial.[3]
Hasil belajar akan tampak perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar  akan tampak pada setiap perubahan aspek pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis, dan budi pekerti dan etika. Jika seseorang telah melakukan aktifitas belajar, maka akan terjadilah perubahan dalam salah satu atau beberapa aspek tersebut.[4]
2.      Hakikat Mengajar
Morse dan Wingo  mengemukakan tiga macam definisi mengajar, yaitu definisi tradisional, definisi menurut kamus dan definisi mutakhir. Secara tradisional, mengajar diartikan sebagai proses memberikan kepada pelajar pengetahuan dan keterampilan yang diperuntukkan untuk menguasai mata-mata pelajaran yang telah ditentukan. Definisi menurut kamus, mengajar diartikan  bagaimana mengerjakan, menjadikan mengerti, memberi instruksi kepada pelajar. Sedangkan definisi mutakhir merumuskan mengajar sebagai sistem kegiatan untuk membimbing atau merangsang belajar anak mengerti dengan maksud terpenuhinya kelengkapan pengalaman belajar yang memungkinkan setiap anak dapat berkembang terus secara teratur mencapai kedewasaannya.[5]
Dalam proses belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing dalam peranannya sebagai pembimbing. Guru harus berusaha menghidupkan dan membentuk motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif.


[1] Abdul Haling, Belajar dan Pembelajaran, (Cet.II; Makassar: Badan Penerbit UNM: 2007), h.2.
[2] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Cet.I;Bandung: PT. Remaja Rosda Karya: 2007), h.85.
[3] Ngalim purwanto, psikologi pendidikan, (Cet. XXIII: Bandung: PT. Rosda Karya: 2007), h.102
[4] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Cet.IX; PT. Bumi Aksara: 2009), h.30.
[5] Sahabuddin, Belajar dan Mengajar; (Makassar: UNM Press: 1994), h. 4. 

Saturday, January 7, 2012

Hakikat Belajar

Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti, bahwa berhasil tidaknya tujuan pencapaian pendidikan bergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Istilah belajar ialah proses kegiatan yang menimbulkan kelakuan baru/merubah kelakuan lama sehingga seseorang lebih mampu memecahkan masalah dan menyusaikan diri terhadap situasi-situasi yang dihadapi dalam hidupnya.[1] Menurut Gagne belajar didefinisikan sebagai suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. Proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman.[2]
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar yaitu :
1)      Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri yang disebut faktor individual.
2)      Faktor yang ada diluar individu yang disebut faktor sosial.[3]
Hasil belajar akan tampak perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Hasil belajar  akan tampak pada setiap perubahan aspek pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis, dan budi pekerti dan etika. Jika seseorang telah melakukan aktifitas belajar, maka akan terjadilah perubahan dalam salah satu atau beberapa aspek tersebut.[4]
2.      Hakikat Mengajar
Morse dan Wingo  mengemukakan tiga macam definisi mengajar, yaitu definisi tradisional, definisi menurut kamus dan definisi mutakhir. Secara tradisional, mengajar diartikan sebagai proses memberikan kepada pelajar pengetahuan dan keterampilan yang diperuntukkan untuk menguasai mata-mata pelajaran yang telah ditentukan. Definisi menurut kamus, mengajar diartikan  bagaimana mengerjakan, menjadikan mengerti, memberi instruksi kepada pelajar. Sedangkan definisi mutakhir merumuskan mengajar sebagai sistem kegiatan untuk membimbing atau merangsang belajar anak mengerti dengan maksud terpenuhinya kelengkapan pengalaman belajar yang memungkinkan setiap anak dapat berkembang terus secara teratur mencapai kedewasaannya.[5]
Dalam proses belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing dalam peranannya sebagai pembimbing. Guru harus berusaha menghidupkan dan membentuk motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif.


[1] Abdul Haling, Belajar dan Pembelajaran, (Cet.II; Makassar: Badan Penerbit UNM: 2007), h.2.
[2] M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Cet.I;Bandung: PT. Remaja Rosda Karya: 2007), h.85.
[3] Ngalim purwanto, psikologi pendidikan, (Cet. XXIII: Bandung: PT. Rosda Karya: 2007), h.102
[4] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Cet.IX; PT. Bumi Aksara: 2009), h.30.
[5] Sahabuddin, Belajar dan Mengajar; (Makassar: UNM Press: 1994), h. 4. 

Jenis Media Pembelajaran

Ada tiga unsur pokok Media pembelajaran, yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk, yaitu gambar visual, garis, dan simbol. ada 4 klasifikasi media pembelajaran, yaitu:
1.      Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projection, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta dan globe.
2.      Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya; phonograph record, transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.
3.      Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya film dan televisi, benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan, misalnya; model, spicemens, bak pasir, peta elektris, koleksi diorama.
4.      Dramatisasi, bermain peran, sosiodrama, sandiwara boneka, dan lingkungan.
Bila jenis-jenis media pembelajaran dihubungkan dengan klasifikasi pengalaman belajar anak mulai hal-hal yang paling konkrit sampai kepada hal-hal yang dianggap paling abstrak dapat dilihat diagram Edgar Dale di bawah ini. Klasifikasi pengalaman tersebut diikuti secara luas oleh kalangan pendidik dalam menentukan alat bantu apa seharusnya yang sesuai untuk pengalaman belajar tertentu. Klasifikasi pengalaman tersebut lebih dikenal dengan Kerucut Pengalaman (Cone of Experience).
Penggunaan media pembelajaran adalah  merupakan komponen instruksional dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam perkembangannya kemudian penggunaan media pembelajaran menjadi semakin penting. Sementara disisi lain jenis media pembelajaran mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut jenis media yang dapat dipergunakan dalam proses belajar mengajar semakin beragam. Jenis media pembelajaran yang dapat digunakan tersebut baik yang berbentuk visual maupun audio visual.
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan. Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut,secara umum jenis media pembelajaran dikelompokkan menjadi1) Media Visual, 2) Media Auditif, dan 3) Media Audio-visual
Terdapat beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran yaitu media foto, grafik, globe, atlas, film dan sebagainya. Menurut Sumanto beberapa media pengajaran yang sering digunakan adalah, Pertama, media Grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan sebagainya, Kedua, media tiga dimensi yaitu model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama, Ketiga, media proyeksi seperti slide, film strips, film, OHP dan Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media.[1]
Media pembelajaran yaitu media grafis, media tiga dimensi dan media proyeksi.
A.    Media Grafis (Grafika)
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.
a.       Yang termasuk media grafis antara lain :
1.      Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan antara angka, garis, dan simbol.
2.      Diagram,  yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui garis-garis simbol.
3.      Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting.
4.      Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
5.      Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.
6.      Papan Flanel, yaitu papan yang berlapis kain flanel untuk menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel dan mudah pula dilepas.
7.      Bulletin Board, yaitu papan biasa tanpa dilapisi kain flanel. Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya.
b.      Kelebihan Media Grafis adalah:
1.      Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2.      Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3.      Pembuatannya mudah dan harganya murah.
c.       Kelemahan Media Grafis adalah:
1.      Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2.      Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
Media cetakan dan grafis di dalam proses belajar mengajar paling banyak dan paling sering digunakan. Media ini termasuk kategori media visual non proyeksi yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima pesan (dari guru kepada siswa). Pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan, huruf-huruf, gambar-gambar dan simbol yang mengandung harti disebut ”Media Grafis”. Media grafis termasuk media visual diam, sebagaimana halnya dengan media lain media grafis mempunyai fungsi untuk menyalurkan pesan dari guru kepada siswa. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan yang dituangkan ke dalam simbol-simbol yang menarik dan jelas. Media ini tidak termasuk media yang relatif murah dalam pengadaannya bila ditimbang dari segi biaya.
Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
1)         Diagram
Diagram adalah suatu gambaran-gambaran sederhana untuk memperlihatkan hubungan timbale balik, terutama dengan garis-garis diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan.
Berdasarkan konsep tersebut di atas, kiranya penggunaan media diagram dalam proses pembelajaran akan sangat membantu bagi guru maupun siswa dalam menyimak materi pelajaran, karena pada dasarnya diagram merupakan ringkasan visual yang padat mengenai fakta-fakta dan gagasan yang akan diuraikan.
Media grafis adalah media yang digunakan yang berusaha memadukan antara kata-kata dengan gambar. Dalam bahasa Yunani Grafikos berarti melukiskan atau menggambarkan garis-garis. Media tersebut terdiri dari beberapa jenis yaitu:
1.      Bagan adalah kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memfisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau gagasan.
2.      Diagram adalah suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis.
3.      Grafik adalah penyajian data berangka yang memuat nilai informasi yang berfaedah dan menggambarkan  hubungan penting dari suatu data. Jenis grafik terdiri dari grafik batang , grafik garis, grafik gambar, dan grafik pencar.
4.      Poster adalah kombinasi  visual dari rancangan yang kuat  dengan warna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat.
5.      Kartun adalah penggambaran secara sederhana dalam bentuk lukisan dan karikatur tentang orang, gagasan atau situasi  untuk mempengaruhi opini masyarakat.
6.      Komik adalah merupakan suatu rangkaian cerita yang bergambar yan dirancang untuk memberikan hiburan kepada pembaca.
Dari beberapa jenis media grafis tersebut diatas maka dalam proses belajar mengajar dapat dipilih dengan menyesuaikan dengan jenis dan metode pembelajaran yang digunakan. Hal tersebut diharapkan dapat mempertinggi dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan.
B.     Media Tiga Dimensi
Salah satu bentuk media pembelajaran yang termasuk dalam kategori tiga dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud kenyataan kondisi yang sebenarnya. Dari segi efektivitas pengajaran, penggunaan benda sebenarnya sebagai media pembelajaran dapat memberikan urunan yang cukup berarti, terutama dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan kongkrit. Karena segala peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi dengan media sebenarnya tersebut, cukuplah untuk mendapatkan peng-alaman langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajari, tepatlah apabila kita belajar melalui benda-benda atau keadaan yang sebenarnya. Ada yang menyebut media ini sebagai alat peraga langsung.
Ada dua istilah untuk menggolongkan benda sebenarnya (real things), yaitu obyek (object) dan benda atau barang contoh (specimen). Benda asli disebut obyek dimaksudkan untuk semua benda yang masih asli, alami seperti dimana ia hidup dan berada.Untuk mempelajari obyek, kita dapat menyelenggarakan widya wisata, sehingga bertemu dengan benda-benda asli dimana ia seharusnya berada. Sedangkan specimen atau bendaatau barang contoh dimaksudkan untuk benda-benda asli atau sebagian dari benda-benda asli yang digunakan sebagai contoh. Jadi specimen pun juga benda asli yang mewakili benda aslinya yang sebenarnya berjumlah sangat banyak atau benda aslinya berukuran sangat besar atau luas atau utuh, sedangkan specimen sebagi-an kecil dari padanya atau ia hanya mewakili jenisnya saja.
Ada pula cara mengklasifikasikan benda asli menjadi benda asli alam (natural thing) dan benda asli buatan manusia. Jadi benda asli buatan adalah jenis benda asli yang sudah diubah bentuk dan sifatnya oleh tangan manusia yang mungkin dijadikan bahan (makanan, minuman dan sebagainya), alat, perlengkapan, perhiasan, permainan, dan sebagainya.
Pengertian yang termasuk dalam kategori media pembelajaran yang sebenarnya, baik benda yang hidup seperti manusia, tumbuhan, dan hewan, di samping benda mati dan benda tak hidup (anorganik). Ada dua cara yang ditempuh untuk belajar melalui benda sebenarnya, yaitu membawa kelas ke dunia luar atau membawa dunia ke dalam kelas. Untuk membawa kelas ke dunia luar caranya dapat melalui Widyawisata/Karyawisata, yaitu perjalanan ke luar kelas atau sekolah (wisata) untuk tujuan belajar (widya). Sedangkan untuk dapat membawa dunia (luar) ke dalam kelas adalah dengan cara menggunakan specimen atau barang contoh, yaitu benda-benda aseli baik dalam keadaan hidup dan utuh, maupun dalam keadaam mati ataupun sebagian dari benda aseli itu untuk diperagakan atau dipelajari di kelas atau di dalam ruang laboratorium khusus untuk pelajaran tertentu.
Media tiga dimensi yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar adalah media boneka atau model dalam bentuk lain. Model adalah merupakan tiruan tiga dimensional dari beberapa obyek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil  atau sangat langka dan sulit dijangkau. Oleh sebab itu model sangat efektif untuk  megkomunikasikan hakikat dari berbagai benda  baik dalam bentuk/karakteristik luar maupun karakteristik bagian dalam benda tertentu.
Selain media tiga dimensi juga dikenal media dua dimensi. Salah satu media dua dimensi yang paling dikenal dalam masyarakat adalah gambar fotografi. Gambar fotografi sebagai media pembelajaran sangat dikenal karena penggunaan mudah serta biaya yang tidak terlalu tinggi.  Beberapa kriteria gambar fotografi antara lain:
1)      Bersifat dua dimensi, sehingga perlu penambahan dampak tiga dimensional kepada bentuk dan kesan kedalam (depth) yang jelas.
2)      Bersifat diam (still picture), sehingga amat sesuai untuk mengungkapkan fakta dan peristiwa yang bersipat aktual
3)      Bersifat rekaman fakta, sehingga cocok sekali untuk tujuan pembelajaran yang mengungkapkan rincian fotografis yang memerlukan kecermatan pengamatan atau penelitian.
4)      Bersifat still-life, berkesan hidup, dengan demikian media ini memerlukan sentuhan artistik seperti komposisi, keseimbangan titik perhatian, pewarnaan serta kualitas teknik yang memadai.       
C.    Media Proyeksi
Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita  dapat tergugah  untuk  memanfaatkan semaksimal mungkin  lingkungan  di sekitar kita   untuk  menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak terbatas.  Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar  untuk  berbagai mata pelajaran.  Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria  pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan.
Media proyeksi adalah merupakan media yang juga sering digunakan dalam proses belajar mengajar. Beberapa jenis media proyeksi yang umum digunakan adalah:
1)         Over head Projector atau OHP adalah merupakan jenis perangkat keras  berupa perangkat oudivisual sederhana yang terdiri dari  sebah kotak dengan bagian atas sebagai landasan luas untuk meletakkan materi yang dibawakan. Cahaya yang kuat kemudian memproyeksikan materi tersebut yang dibuat dalam lkertas transparan sebagai media proyeksi.
2)         Slide dan film strip adalah gambar dalam bentuk positif karya fotografi atau dengan tangan sendiri. Film strip dan slide hampir sama, yang membedakan hanya media yang digunakan. Jika slide terpisah semetara films strip bersambung seperti film dan biasanya disertai dengan suara.
D.    Media Lingkungan
Lingkungan juga sebagai media dan sumber belajar para siswa dapat dioptimalkan dalam proses pembelajaran untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar siswa di sekolah. Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara antara lain survey, berkemah, karyawisata pendidikan, praktek lapangan, pelayanan pada masyarakat,manusia sumber. Ada tiga macam lingkungan belajar yakni lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan buatan.
Agar penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar berhasil baik hendaknya dipersiapkan secara saksama melalui tiga tahapan kegiatan yakni tahap persiapan ,pelaksanaan dan tindak lanjut. Dalam setiap tahapan di atas hendaknya dilibatkan guru dan siswa sehingga semua kegiatan belajar dan pemanfaatan lingkungan belajar menjadi tanggung jawab para siswa itu sendiri, dan guru menjadi fasilitator.
Masih banyak orang beranggapan bahwa media pembelajaran selalu terkait dengan teknologi tinggi, elektronika, digital dan biaya mahal contohnya yang kita kenal sebagai media pembelajaran adalah media cetak, Transparansi, Audio, Slide Suara, Video, Multimedia Interaktif, E-learning. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dalam memaknai arti dari sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran terdiri dari berbagai macam jenis, dari media pembelajaran yang sederhana dan murah hingga media pembelajaran yang canggih dan mahal. Dari mulai rakitan pabrik hingga buatan tangan para guru itu sendiri , bahkan ada pula yang telah disediakan oleh alam dilingkungan sekitar kita yang dapat langsung digunakan sebagai media pembelajaran. Atas dasar pemahaman tersebut diatas maka diharapkan tidak ada lagi argumentasi yang muncul dikalangan para guru untuk tidak dapat menggunakan alat peraga oleh karena biayanya mahal. Begitu banyaknya lingkungan disekitar kita yang dapat  digunakan sebagai media alat peraga tanpa perlu biaya mahal. Beberapa benda dilingkungan kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, baik yang dimanfaatkan secara langsung ( by utility resources ) , ataupun yang dirancang terlebih dahulu ( by design resources ) dan dapat pula dengan cara rekayasa media.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar anak- anak kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak karena mereka belajar tidak terbatas oleh empat dinding kelas, Selain itu kebenarannya lebih akurat, sebab anak dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik bagi anak sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan. Kegemaran belajar sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat belajar (learning societes) dan sumber daya manusia di masa mendatang. Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih dari lingkungan sebagai sumber belajar dalam pendidikan, bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari dari lingkungan. Namun demikian diperlukan adanya kreativitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
Jika pada saat belajar di kelas anak diperkenalkan oleh guru mengenai tanaman padi , dengan memanfaatkan lingkungan persawahan , anak akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak lagi. Dalam pemanfaatan lingkungan tersebut guru dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam ruangan kelas ke alam terbuka dalam hal ini lingkungan. Namun jika guru menceritakan kisah tersebut di dalam ruangan kelas, nuansa yang terjadi di dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika guru mengajak anak untuk memanfaatkan lingkungan. Artinya belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Anak-anak belajar melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide. Lingkungan menawarkan kepada guru kesempatan untuk menguatkan kembali konsep-konsep seperti warna, angka, bentuk dan ukuran.Memanfaatkan lingkungan pada dasarnya adalah menjelaskan konsep-konsep tertentu secara alami. Konsep warna yang diketahui dan dipahami anak di dalam kelas tentunya akan semakin nyata apabila guru mengarahkan anak-anak untuk melihat konsep warna secara nyata yang ada pada lingkungan sekitar.
Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita  dapat tergugah  untuk  memanfaatkan semaksimal mungkin  lingkungan  di sekitar kita   untuk  menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak terbatas.  Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar  untuk  berbagai mata pelajaran.  Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria  pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan.
E.     Kriteria Memilih media Pembelajaran
Dalam awal perkembangannya, media memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). Sebagai alat bantu dalam mengajar, media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang, misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini, media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Media adalah bagian integral dari proses belajar mengajar. Dalam posisi seperti ini, penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien). Dengan kata lain, bahwa posisi guru sebagai fasilitator dan media memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pembelajar.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan siswa, situasi kondisi setempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma/kriteria keputusan pemilihan. 
Dalam hal ini Dick dan Carey menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya, setidaknya masih ada empat faktor lagi yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu : pertama, ketersedian sumber setempat yaitu apabila media yang bersangkutan tidak terdapat sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana, tenaga, dan fasilitasnya. Ketiga, adalah faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama artinya bias digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya dan kapanpun serta mudah di bawa atau dipindahkan. Faktor keempat, adalah efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal (contohnya program film bingkai) tetapi dapat dipakai berulang-ulang dalam jangka waktu yang panjang.
Fungsi media pembelajaran sebagai alat bantu untuk dapat meningkatkan dan mempertinggi hasil belajar siswa harus didukung oleh ketepatan seorang guru dalam memeilih media yang akan dipergunakan dalam suatu kegiatan proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru sebelum memilih media pembelajaran tertentu harus menegetahui betul materi yang akan diajarkan, metode yang dipilih, kemudian menentukan jenis alat bantu atau media pengjaran yang akan digunakan. Secara khusus beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pembelajaran untuk mempertingi kualitas pembelajaran adalah:
Pertama, guru perlu memiliki pemahaman media tentang pembelajaran antara lain jenis dan manfaat media pembelajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pembelajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar siswa.  Kedua, Guru terampil menggunakan dan membuat media pembelajaran sederhana untuk keperluan pembelajaran terutama media dua dimensi atau gambar atau foto serta penggunaan media proyeksi. Ketiga, keefektifan dalam menilai penggunaan media  dalam proses pembelajaran.
Sumanto menjelaskan beberapa kriteria  dalam memilih media  untuk kepentingan pembelajaran yaitu bahwa dalam memilih media pembelajaran harus memperhatikan kriteria berikut yaitu; (a) Ketepatannya dengan tujuan pembelajaran, (b) dukungannya terhadap isi bahan pelajaran, (c) kemudahan memperoleh media, (d) keterampilan guru menggunakannya, (e) tersedia waktu untuk menggunakannya, dan (f) sesuai dengan taraf fikir siswa.[2]
Berdasarkan penjelasan tersebut di atas dapat diketahui bahwa pemilihan media pembelajaran harus memperhatikan beberapa pertimbangan diantaranya adalah ketepatan dengan tujuan pembelajaran. Hal tersebut berarti bahwa media pembelajaran yang dipilih harus didasarkan  atas tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan oleh guru sebelumnya.  Selain itu juga media pembelajaran yang telah dipilih harus disesuaikan  dengan isi bahan atau materi pembelajaran yang akan disampaikan. Dengan demikian bahan pengajran yang disampaikan harus diklasifikasikan dan disesuaikan dengan media yang dipilih bedasarkan sifat bahan ajar apakah fakta, konsep atau generalisasi yang memerlukan bantuan media untuk dpat dipahami dengan mudah oleh siswa.
Selain beberapa hal tersebut, juga yang perlu dipertimbangkan seorang guru dalam memilih media pembelajaran adalah keterampilan guru itu sendiri menggunakan media pembelajaran yang dipilihnya. Apapun jenis media yang dipilih harus disesuaikan dengan kemampuan guru untuk menggunakan media tersebut. Dan selain itu juga harus disesuaikan dengan kemampuan berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami dengan mudah oleh siswa.
Selain kriteria tersebut di atas Suryosubroto mengemukakan bahwa kriteria memilih media pembelajaran juga harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu, media tersebut praktis, luwes dan bertahan serta memiliki mutu teknis. Media yang digunakan dalam proses belajar mengajar haruslah memiliki kualitas dan mutu yang baik meskipun media tersebut adalah merupakan hasil karya guru sendiri, nilainya tidak mahal, sederhana dan seterusnya. Karena dalam pemilihan media pembelajaran tidak perlu dipaksakan, karena media pengajaran yang mahal dan membutuhkan waktu lama dalam pembuatannya belum tentu menjadi jaminan sebagai media pengajaran yang terbaik. Media yang dipilih seharusnya dapat bersifat fleksibel dan dapat digunakan dimana-mana dengan peralatan yang tersedia disekitar kita. [3]






[1] Sumanto, Metodologi Penelitian Sosial dan Kependidikan.  (Yogyakarta : PN. Andi Offset, 1990). h, 8
[2] Ibid, h. 6
[3] Suryosubroto, Dasar-dasar Psikologi untuk Pendidikan di Sekolah.  (Cet. I ; Jakarta : PT. Prima Karya; 1988)