Showing posts with label SPIRITUAL. Show all posts
Showing posts with label SPIRITUAL. Show all posts

Wednesday, September 10, 2014

Membantu Orang Lain

Bergelut dengan berbagai aktivitas keseharian kita, tentunya akan membuat kita semakin sibuk dan menghabiskan banyak waktu. Terkadang dengan berbagai aktivitas tersebut membuat kita sulit meluangkan waktu untuk berbagi kepada orang lain.

Gambar : http://tkmindonesia.blogspot.com

Dalam kehidupan nyata hari ini, amat sulit ditemukan orang yang mau berempati kepada orang lain. Padahal dibalik kemudahan dari kesulitan yang kita hadapi berada pada sejaumana kita mau berempati dengan orang lain. Sebagaimana HR Muslim. “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.
Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hambaNya selama hambaNya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Allah SWT, menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan memberikannya pilihan untuk menjalani kehidupan ini. Sehingga pada postingan saya ini, maksud yang ingin saya tekankan adalah mari bersama-sama untuk senantiasa belajar berbagi, senantiasa membantu bagi orang lain.

Lidi sebatang, tak akan bisa dengan mudah membersihkan dedaunan yang berserakan di halaman jika tidak diikat dengan kebersamaan untuk bersatu saling membatu menjadi seikat sapu lidi. Demikian pula manusia jika ingin bermanfaat maka harus bisa bersosialisasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Saling membantu meringankan beban orang lain, Maka Insya Allah melalui jalan yang tanpa kita duga, Allah SWT akan membantu kita.

Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Penghalang Rezeki

Setelah googling dan mencari-cari informasi lewat internet, saya membaca sebuah postingan yang ternyata bagus untuk di share...

Hal ini berkaitan dengan hal-hal yang menghalangi rezeki seseorang. Sebagaimana sebuah hadits, perhatikan bagi yang mencari rezeki Nabi saw bersabda, "seseorang itu terhalang dari rezeki karena dosa yang dilakukannya" (HR Ahmad)
http://jezsygeisha.blogspot.com

Makna "terhalang" ini bisa berarti terhalang dari rezeki secara harfiah bisa jadi juga bermakna terhalang dari nikmatnya rezeki yang ada misalnya, Allah menunda harta yang seharusnya miliknya, ini maksud "terhalang" atau Allah menjadikan hartanya tidak nikmat, ini juga sering pelaku maksiat merasa bisa mempercepat atau memperbanyak rezeki dengan dosa, padahal justru sejatinya dia sedang menghalangi rezeki mau segera nikah, malah pacaran, padahal itu maksiat malah jauh dari rezeki berkeluarga, kalaupun menikah, nikmatnya dicabut Allah.

Mau dapat harta banyak, lalu menyuap dan korupsi, malah maksiat jadilah ia jauh dari rezeki, bilapun dapat, barakahnya dicabut. Bila semua yang bisa kita nikmati dari Allah itulah rezeki maka jaga diri kita dari maksiat, dan selalulah bertaubat maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai, Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" (QS Nuh 10-13).

Saya mendapatkan postingan ini dari postingan Ustadz Felix Siauw, semoga kita semua mendapatkan pencerahan dari apa yang dibagikan oleh beliau. Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Sunday, September 9, 2012

Istimewakan semua anak


Judul ini saya ambil dari sebuah judul buku yang baru saya selesai saya baca, isinya sangat mudah di cerna dan sangat baik untuk dibaca oleh semua orang tua karena bisa menambah ilmu sekaligus menjadi upaya pemecahan masalah bagi orang tua yang mengalami yang ada dalam buku setebal kurang lebih 100 lembar itu.

Saya coba membahas sedikit isi dari buku ini, diantaranya adalah kebiasaan orang tua zaman sekarang terhadap anaknya, yaitu terbiasa memberi hadiah kepada anaknya setiap bermaksud menyuruh anaknya untuk melakukan sesuatu atau memberikan hadian kepada anaknya jika menuruti keinginan orang tuanya, misalnya saja seorang ibu kerap memberi uang seribu rupiah ketika menyuruh anaknya membeli sesuatu di warung, atau memberi imbalan ketika menyuruh anaknya berdiam di dalam rumah, dan sebagainya yang tentunya realitas seperti ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Alhasil adalah anak akan semakin terbiasa untuk melakukan segala sesuatu jika diberi imbalan atau hadiah hingga terbawa ke masa dia dewasa, yang jelas sangat merusak kepribadian anak tersebut yang akan menjadi malas karena selalu mengharapkan balasan setiap melakukan perintah orang tuanya, atau bahkan kepada orang lain sekalipun. Oleh karena itu di dalam buku tersebut dijelaskan agar kiranya anak jangan di ajarkan hal yang demikian namun sebaiknya beri anak hadiah jika memang benar-benar pas dengan momentnya misalnya saja  jika berhasil menamatkan Al-Qur'an, jika melaksanakan puasa ramadhan tanpa ada bolongnya dan sebagainya, dan pada akhirnya anak akan terbiasa melakukan dan merasakan hal-hal baik sehingga lambat laun dia akan terbiasa dengan hal tersebut tanpa imbalan sekalipun.

Pada halaman lain dijelaskan bahwa membangun mental anak (EQ) jauh lebih mempengaruhi kehidupan anak dibandingkan dengan kecerdasarn intelektual (IQ) jika di bandingkan maka EQ dan IQ = 80 : 20, berpengaruh terhadap kesuksesan anak kelak. dikatakan bahwa anak yang memiliki EQ yang tinggi mudah bergaul dengan lingkungan sekitarnya, tidak mudah resah, gelisah, cemas apalagi takut akan kesalahan, dan lebih cenderung berpikiran positif terhadap segala yang terjadi di sekitarnya. Sementara anak yang memiliki IQ tapi EQ nya rendah akan mudah gelisah, ragu, takut salah dan sulit menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Oleh karena itu dalam buku ini lebih menekankan untuk membangun EQ anak terlebih dahulu kemudian IQ nya, karena membangun mental seorang anak sedikit rumit jika tidak di biasakan oleh orang tua sejak dini.

Saya mencoba membahas lembaran awal dari buku ini yang isinya mengatakan agar jangan membuat anak menangis karena itu adalah simbol bahwa ia sedang terluka hatinya, tertekan, dan merasa terzalimi, karena hati anak kecil itu sangat peka dan ini sangat merusak kondisi psikologi atau kejiwaan seorang anak. Namun bukan berarti anak sama sekali tidak boleh menangis sebab anak juga perlu menangis untuk menguatkan otot-ototnya dan jantungnya. Anak yang selalu dibuat menangis semasa masih kecil akan terbawa hingga dewasa dengan kondisi kejiwaan yang kurang bagus.

Anak kecil sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya sebagai wujud rasa sayang dan membuat anak menjadi aman dan tenang, untuk memberikan hadiah kepada anak sebaiknya berikanlah dalam bentuk dekapan kasih sayang, ciuman, belaian karena pada usia anak-anak mereka sangat butuh semua itu dan akan sangat baik untuk kondisi kejiwaannya.

Sampai di sini dulu yah postingan saya, dan terima kasih atas waktu anda yang terlah berkunjung ke blog saya...Wassalam..^_^

My Zahra.




Sunday, July 22, 2012

Mengisi Bulan Suci Ramadhan

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakuh.

Memasuki hari kedua bulan suci ramadhan ini, yukk kita isi dengan kegiatan yang bernilai ibadah...
Hal-hal yang bisa kita lakukan adalah misalnya memperbanyak membaca Al_Qur'an, mentadabburi Al_Qur'an, mendengarkan ceramah, atau menulis yang bermanfaat atau lakukanlah hal-hal yang bisa bermanfaat.

Ramadhan tidak semua orang bisa meraihnya dan hanya ada sebulan dalam setahun, Alhamdulillah jika kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT, nikmat untuk bernafas dan masih mampu melaksanakan puasa karena sesungguhnya puasa itu selain melunturkan segala dosa dan kesalahan kita juga akan membuat tubuh kita menjadi sehat walafiat, Alhamdulillah...


Sebenarnya puasa ini merupakan latihan untuk kita dalam menghadapi hari-hari berikutnya setelah kita fitrah (suci) selepas shalat Idul Fitri, dimana kita wajib mengeluarkan zakat fitrah dan zakat harta.
Puasa ini bisa membuat kita menjadi sadar betapa pentingnya kita menjaga hati dan pikiran serta perbuatan kita, bagaimana kita bisa berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu, anak yatim piatu dan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Puasa Ramadhan adalah nikmat yang tak terkira bagi orang-orang yang beriman, dan semoga kita bisa menjadi orang-orang yang masuk kategori beriman. Amin...

Mengisi Bulan Suci Ramadhan dengan hal-hal positif atau hal yang terbaik dan tidak menyia-nyiakan waktu yang diberikan oleh Allah SWT, dengan memperbanyak zikrullah, sadaqah, infaq, semoga Allah SWT membukakan pintu rahmat, hidayah dan ampunannya kepada kita yang melaksanakannya Amin...


Thursday, April 26, 2012

Bahaya Lidah (Menghina dan Mengejek)


Sehat bukan saja secara fisik, namun mencakup pada sehat secara mental dan kajian ini berkenaan dengan sehat mental yang didalamnya memuat 3 kecerdasan yaitu, Intelektual, Emosional dan Spiritual, nah... kali ini kita akan mengulas tentang menghina dan mengejek sebagai bentuk pencerahan Spiritual..dari buku karangan Imam Al-Gazali yang disarikan dari Ihya' Ulumuddin - Afatul Lisan berjudul Peringatan tentang Bahaya Lidah.


Menghina dan mengejek adalah merupakan buah bahaya yang ditimbulkan oleh lidah (lisan) yang tidak terkontrol dan tidak terkendali. Lidah yang tidak terkontrol dan lagi tidak bertempat tinggal pada jiwa yang bertaqwa, ia selalu digunakan untuk menghina, mengejek kepada orang lain.

yang dimaksud dengan menghina disini adalah menganggap rendah derajat orang lain, meremehkannya atau mengingatkan aib (cela) serta kekurangan-kekurangan yang dimilikinya sehingga dapat menyebabkan ketawa atau marah. Cara ini dapat terjadi adakalanya dengan jalan meniru-niru percakaran atau perbuatan orang lain, dan adakalanya menunjukkan ke arah tersebut. Pokok pangkalnya ialah ditujukan untuk merendahkan kedudukan orang lain dan menertawakannya, serta menghinakan dan menganggapnya kecil saja.

Perbuatan menghina dan mengejek itu termasuk perbuatan tercela, termasuk akhlak yang jelek dan dilarang oleh agama sehubungan dengan ini Allah Ta'ala menegaskan melalui firmanNya yang artinya :

"Hai orang-orang yang beriman, jenganlah sesuatu kaum menghina kepada kaum yang lain, karena barangkali (kaum/golongan) yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari menghinakannya. Dan jangan pula golongan kaum wanita menghina kepada golongan kaum wanita yang lain, karena barangkali yang dihinakan itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan".

Maksud dari firman Allah : "Barangkali yang dihina itu bahkan lebih baik dari yang menghinakan, janganlah kamu menghina orang lain dengan tujuan hendak menganggapnya remeh, kecil dan rendah. sebab soal remeh, rendah atau kecil belum dapat ditentukan, mungkin sekali justru orang yang dihinanya itu lebih baik, lebih mulia, lebih tinggi derajatnya menurut pandangan Allah daripada dirimu sendiri.

Larangan menganggap rendah, hina dan kecil tersebut tentulah ditujukan kepada seseorang yang merasa tidak enak dan tersinggung apabila dihina. Adapun terhadap seseorang yang sengaja ia menceburkan dirinya untuk direndahkan, karena tidak enak dan tersinggung apabila di hina. Adapun terhadap seseorang yang sengaja ia menceburkan dirinya untuk direndahkan, karena telah menjadi watak dan kebiasaan baginya dan bahkan diperbuat semacam itu, ia makin gembira dan senang, bangga dengan perbuatannya yang rendah dan hina itu, maka kepada orang semacam itu termasuk penghinaan.Hal ini dapat dimasukkan dalam golongan senda gurau itu, maka yang terpuji dan mana yang tercela, Insya Allah akan diuraikan pada postingan selanjutnya.

Jadi yang diharamkan dalam penghinaan dan ejekan ini ialah cara menganggap kecil (remeh) seseorang yang menyebabkan orang lain itu merasa dihinakan, diremehkan atau dianggap sepele dan tidak ada harganya. misalnya saja dengan menertawakan kata-katanya di waktu ia keliru mengucapkannya atau tidak teratur uraiannya atau menertawakan perbuatannya di waktu ia keliru (salah). Juga seperti menertawakan hafalannya, hasil karyanya, gambar tubuhnya ataupun yang dicela yang kelihatan. Ketawa dalam segala bentuk sebagaimana yang dimaksudkan di atas itu adalah termasuk perbuatan yang benar-benar dilarang oleh Islam. Wassalam....Trims..

Thursday, January 5, 2012

Kematian Hati

Imam Hasan al-Bashri berkata " seseorang yang berbuat dosa, berat baginya untuku shalat malam"
Problema kita hari ini adalah kematian hati. kita perlu banyak-banyak ta'ziah an-nafs, mengunjungi diri sendiri atas merebaknya kematian hati ini, disebabkan karena sudah banyak hati yang mati di tengah umat ini. hati yang kehilangan kepekaan untuk merasakan. hati yang sekarat dan berkarat." Kasihan orang-orang yang lalai, mereka keluar dunia, namun tak sempat merasakan sesuatu yang paling indah di dunia.

Beberapa penyebab Kematian Hati :

  1. Hati yang keras dan kasar
  2. Malas yang bikin lemas
  3. Tidak tekun dan sungguh-sungguh dlaam kebaikan dan ibadah
  4. Dada sempit seperti mendaki ke langit
  5. Ayat Al-Qur'an tak menggetarkannya
  6. Kematian tidak menyadarkan
  7. Cinta duniawi dan takut mati
  8. Menyiksa diri dengan rasa dnegki
  9. Kegelapan ruhiyah membekas di wajah
  10. Lupa yang keterlaluan kepada Allah
  11. Berlebih-lebihan yang mencelakakan
  12. Lembahnya motivasi dalam hidup
  13. Terjebak paradigma konvensional
  14. Menyadarkan amal pada figur tertentu
  15. Kurang membuka diri dan miskin inovasi
  16. Tidak mampu melihat dan memanfaatkan momentum.
Dari seluruh penyebab kematian hati di atas, marilah kita sama-sama merenung apakah diantara itu yang mana saja yang merupakan diri kita dan harus segera kita rubah agar kita menjadi golongan ornag -orang yang diridhai oleh Allah SWT.
Semoga kita semua senantiasa dalam lindungannya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Hati yang keras dan kasar

Orang yang sulit dinasihati, Kasar tidak mau mendengar. Marah tanpa sebab atau karena dipicu oleh perkara sepele. seperti batu keras. Air tidak ada yang dapat merembes. sekedar menempel, sesaat. kebaikan tak mempan. Amalan tak berkesan. Nasihat tak menyadarkan. Allah Ta'ala menggambarkan

Kemudian setelah hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi...(QS. al-Baqarah (2):74)

Spiritualitas Niat

1.      Setiap amal tergantung dari niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkan (H.R Bukhari)
2.      Hati-hatilah dengan niat kita karena Allah akan mengabulkan niat-niat kita (Azim Premji)
3.      Niat bisa mengubah masalah jadi makalah bahkan mengemasnya menjadi cetak baru sejarah (SPS)
4.      Kita harus berani melangkah dengan cara-cara luar biasa karena itulah cara mengalihkan kelemahan menjadi fokus pada kekuatan.
5.      Kalau satu pintu tertutup yakinlah ada pintu kedua yang terbuka
6.      Rugi dan celaka bila berhenti karena rasa dengki dan benci. Alihkan kemarahan menjadi penyulut kesuksesan yang positif dan menggerakkan.
7.      Niat membuat seseorang lebih menghargai setiap kebaikan, meskipun kecil.
8.      Cintailah kebaikan yang kecil sebagaimana engkau mencintai kebaikan yang besar
9.      Sesungguhnya Allah juga menerima kebaikan yang sedikit dari manusia sebagaimana Dia menerima kebaikan yang banyak (Al_Harits al Muhasibi)
10.  Orang merasa terluka karena dosa dan jika ia ingat dosa-dosanya, ia memandang kecil amal perbuatannya.



Kutipan Bijak

Orang dengan rasa percaya diri lebih dari 62%, lebih mungkin untuk yakin bahwa keluarga mereka berfungsi baik di masa depan tanpa menghiraukan betapa sulit mereka dalam menghadapi. (David Niven)
“Selama satu atau dua hari, engkau mungkin bisa menyembunyikan wajah asli tetapi tidak untuk lima atau enam tahun” (Adrian Gsotrick & Dana Telford)
Ketenangan adalah cara menghemat energi
Perenungan adalah cara menyerap energi
Memberi adalah cara menyalurkan energi
(Anis Matta)
Repitasi adalah sesuatu yang sangat sulit untuk didapatkan namun sangat mudah untuk hilang (Adrian Gostick & Dana Telford)
Kita kalah oleh masalah bukan karena tidak punya kemampuan untuk bertahan, namun karena tidak memiliki daya kelola terhadap kemampuan itu sendiri.

Sunday, September 25, 2011

Niat

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Niat menurut istilah syar'i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan
Amalan disini adalah amalan yang dibenarkan syariat, sehingga tidaklah diterima amalan yang dilarang syariat dengan dalih niatnya benar, misalkan seorang kepala rumah tangga yang berkewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya akan tetapi dengan cara mencuri, kemudian dia berdalih “Niat saya kan baik, untuk menafkahi istri dan anak-anak” 

Tuesday, July 12, 2011

Kehilangan berbuah kebahagiaan.

               Kehilangan seseorang yang sangat dicintai adalah sebuah hal yang sangat memilukan hati dan sangat berbekas dalam benak. seorang ibu yang kehilangan anak yang ia kasihi janganlah terlalu bersedih hati karena setiap yang ditakdirkan Allah SWT pasti adalah hikmahnya. sebagaimana arti sebuah kehilangan yang dapat berbuah kebahagiaan manakala kita mampu memaknai segalanya.
               Diriwayatkan dari Ummu ar-Rabi' binti al-Bara', dia merupakan ibunda dari Haritsah ibn suraqah yang wafat pada perang Badar. Ummu ar-Rabi menghadap Nabi saw untuk mendengar berita tentang anaknya yang mati syahid agar menenteramkan hatinya: "Wahai Rasulullah saw, kabarkan aku tentang Haritsah. Jika dia ada di surga, maka aku akan bersabar. Namun, jika ia berada di tempat lainnya, maka aku akan menangis sekuat-kuatnya. "Nabi saw bersabda : "Wahai Ummu Haritsah, di surga terdapat banyak taman, dan anakmu berada di taman Firdaus yang paling tinggi."
               Kehilangan anak merupakan sesuatu yang luar biasa yang mencabik-cabikkan hati dan menggetarkan dada. Wanita itu bertanya kepada Rasulullah saw. Jika anaknya berada di syurga, maka dia akan berjumpa kembali dengan izin Allah. Kesabarannya atas keterpisahannya dengan anaknya mengangkat derajatnya dan derajat anaknya di surga. Jika tidak demikian, maka akan membuatnya menangis sejadi-jadinya karena berpisah dengan anak yang di kasihinya. Inilah yang mampu dia lakukan dan kesabarannya itu sangat agung. Sesungguhnya dia seorang ibu yang kehilangan anaknya , yang penyayang, yang sabar dan ikhlas.
              Adalah hal yang amat sulit untuk tidak merasakan sedih yang mendalam manakala kehilangan seorang anak namun semoga anda atau keluarga yang mengalaminya dapat terpahamkan dan bisa bersabar akan segala takdir yang Allah SWT telah takdirkan karena semua tiada yang sia-sia. Allahu Akbar.

Ciri-ciri Pemuja Syetan

Saya yakin bukan hanya saya yang sangat ingin mengetahui bagaimanakah ciri-ciri pemuja syaitan sebenarnya, karena di zaman sekarang ini amat sering kita lihat baik secara langsung dalam kehidupan kita  maupun melalui media banyaknya orang yang mampu meramal nasib kita, belum lagi adanya hal-hal lain yang bisa menyesatkan kita ketika kita sebagai awam tidak mengetahui ilmu tentang hal ini. olehnya itu mari kita kaji sedikit menganai hal ini.
Apabila ciri wali Allah adalah iman dan taqwa kepada Allah, maka salah satu ciri wali syetan atau pemuja syetan adalah tidak beriman dan tidak bertaqwa kepada Allah dan selalu melanggar syariatnya.
Adapun ciri-ciri pemuja syetan adalah sebagai berikut :
1.       Suka meramal nasib.
Seorang pemuja syetan biasanya suka meramalkan nasib seseorang. Ia menganggap dirinya tahu perkara ghaib.ia sering mengaku bisa bertemu dengan ruh-ruh orang yang sudah meninggal, ia juga mengaku bersahabat dengan Nabi SAW, dan sahabat-sahabat Nabi.
Pernyataan-pernyataan tersebut hanyalah merupakan kebohongan dari seorang pemuja syetan, sebab hal itu bertentangan dengan firman Allah :
“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (Al-Jin : 26:27)
Dalam kitab Fathul Madjid dikatakan : Dan sebagian besar yang terjadi di kalangan masyarakat kita dewasa ini adalah pemberitaan jin tentang perkara-perkara ghaib yang berkenaan dengan apa yang akan terjadi di bumi, kepada manusia-manusia oleh pembantu-pembantunya, kemudian oleh orang-orang yang tidak mengerti disangka bahwa mereka adalah wali Allah dan orang keramat, dan banyak sekali orang yang tertipu sehingga mengira demikian (wali Allah).
 Keterangan di atas, diperkuat lagi dengan firman Allah dalam surah Al-An'am : 128):

Dan (ingatlah) Hari yang ia akan himpunkan mereka sekalian, (lalu berkata): Hai golongan jin ! sesungguhnya kamu telah mendapat banyak (hasil) dari manusia ; dan berkata pengikut-pengikut mereka dari manusia: Hai Tuhan kami! Sebagian dari kami telah bersenang-senang dengan sebagian. Dan kami telah sampai kepada waktu kami yang Engkau telah tentukan untuk kami. Ia berkata: Nerakalah tempat diam kamu dalam keadaan kekal padanya, melainkan apa yang Allah kehendaki, karena sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui.”

Dalam hadits  riwayat Bukhari juga diterangkan, bahwa Nabi bersabda yang artinya :

Sesungguhnya para malaikat turun di mega, lalu menyebutkan (membicarakan) perkara yang telah diputus di langit, kemudian syetan-syetan itu mencari pendengaran (dari pembicaraan para malaikat tersebut), lalu menyampaikannya kepada para kahin).”
Dengan demikian seorang yang selalu memberitahukan perkara-perkara ghaib, selalu menerka nasib orang, dia adalah teman setan. Oleh karena itu orang tersebut pemuja syetan, karena ia menjadikan syetan sebagai penolong. Allah SWT berfirman dalam (Asy-Syu’ara: 221-223)
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syetan-syetan itu turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syetan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. “ 

2.       Menyesatkan manusia
Seorang pemuja syetan, dia akan selalu mengikuti tabiat syetan. Salah satu dari tabiat syetan adalah ingin selalu menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.
Ketika syetan (iblis) dikeluarkan Allah dari surga, maka ia mohon izin kepada Allah dan berjanji hendak menyesatkan Adam dan anak keturunannya di sebabkan karena benci dan kesombongannya pada manusia. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya :
Iblis berkata : Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (Perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”(Al-Hijr :39).
Dari ayat di atas, maka telah jelaslah bahwa misi syetan adalah mengajak manusia untuk membangkang perintah-perintah Allah dengan berbagai cara, dari yang sangat halus sampai yang sangat kasar. Syetan selalu mengajak manusia kepada kehancuran, kerusakan, perpecahan, permusuhan, memutuskan hubungan dan lain sebagainya.
Cara syetan menyesatkan manusia salah satunya dengan menipu manusia sesuai dengan pekerjaannya, misalnya seorang kyai mengaku dirinya wali karena diisukan masyarakat sebagai wali, lalu banyak orang mengerumuninya dan memujinya. Kemudian syetan datang pada orang yang mengaku dirinya sebagai wali tersebut dan menggoda agar kesempatan itu jangan di sia-siakan untuk mengeruk kekayaan, mendapatkan kedudukan (jabatan) sekalipun dengan cara menipu/ syetan juga datang kepada orang yang percaya tentang kewalian orang tersebut agar ia mempercayai kata wali tersebut dengan sepenuh hati. Kemudian sang wali berkata kepadanya: untuk menjaga kehormatan dan kecintaan Tuhan Kepadamu, maka serahkanlah semua hartamu, anak gadismu dan isterimu. Maka ia serahkan semuanya yang diminta sang wali.
Jika demikian, maka orang yang mengaku wali dan yang mempercayainya derajatnya sama yakni sama-sama pemuja syetan, karena keduanya menuruti kemauan syetan.
Oleh karena itu, disebabkan syetan sudah menempatkan dirinya sebagai musuh, maka setiap  kita harus juga menanggapinya sebagai musuh dan bukan sebaliknya, sebagaimana firman Allah :
Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu, karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka  yang menyala-nyala.” (Fathir :6).

3.       Menguatkan kedudukan syetan
Seorang pemuja syetan segala aktifitasnya dengan sendirinya dia telah memperkuat kedudukan syetan, karena dia bisa mempengaruhi masyarakat sekitarnya. Kemudian mereka mengikuti perbuatannya. Apalagi bagi orang yang kurang berilmu, dia akan mudah mempercayai orang yang dianggapnya sebagai wali, lalu mengerjakan apa saja yang diperintahkan pemuja syetan tersebut.
Dengan demikian, seseorang yang menyeleweng dari jalan Allah, maka Allah akan menghukum orang itu dengan mengokohkan kedudukan syetan dalam hatinya, lalu syetan mengajaknya menuju kepada kejahatan, keburukan dan kerusakan dalam ucapan dan perbuatan, sebagaimana firman Allah :
Syetan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah;mereka itulah golongan syetan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syetan itulah golongan yang merugi. “(Al-Mujadilah :19)

Sunday, June 5, 2011

5 hal melalui 5 hal

Dalam segmen kali ini saya ingin berbagi dengan anda mengenai 5 hal melalui 5 hal yang sempat saya dengar dari teman saya sebagai nasihat. Sebelumnya saya juga sempat bertanya dalam hati ketika dilontarkan pertanyaan bahwa dalam hidup ini ketika ingin bahagia dalam urusan akhirat ada lima hal melalui lima hal yang sangat penting untuk diamalkan. Pasti anda juga penasaran sebagaimana saya penasaran saat di beritahu 5 hal melalui 5 hal, ternyata yang dimaksud adalah :
1.      Berkah rizki melalui shalat dhuha
2.      Cahaya dalam kubur melalui shalat tahajjud
3.      Kemudahan melintasi Shiratal Mustaqim melalui puasa dan sedekah
4.      Kemudahan menjawab pertanyaan mungkar & nakir melalui membaca Al'Qur'an
5.      Mendapat perlindungan Arsyi Ilahi pada hari hisab melalui Dzikrullah.
Nah...Inilah kelima hal melalui 5 hal yang diberitahukan kepada saya dan ternyata saya juga baru menyadarinya. Olehnya itu ketika ingin dimudahkan dalam urusan akhirat maka perlu kita amalkan 5 hal melalui 5 hal di atas. Insya Allah kita akan dimudahkan dalam persoalan akhirat kelak. Amin...