Tuesday, April 10, 2012

Penyebab Obesitas sulit mendapatkan keturunan

Dari hasil sharing saat perkuliahan, saya temukan jawaban tentang penyebab obesitas (gemuk) sulit mendapatkan keturunan, dan anda pastipun penasaran akan apa jawabannya. Baik saya akan utarakan hasil sharingnya sebagai berikut :
  1. Jika yang gemuk adalah pria maka umumnya hanya memiliki cairan sperma yang banyak ketimbang sperma itu sendiri. dimana kita ketahui bahwa sperma adalah sel reproduksi pada pria.
  2. Jika perempuan gemuk (lemaknya bisa menutupi alat-alat reproduksi) lemak yang tinggi, asam yang tinggi akan membunuh sperma. 
  3. Setiap permpuan yang lahir ke dunia memiliki Lactobacillus yang bisa membunuh sperma yang lain karena menghasilkan asam, dan itu pula yang menyebabkan perempuan lebih tahan untuk tidak menderita penyakit Infeksi Menular Seksual. orang yang gemuk memiliki  Lactobacillus yang tinggi sehingga sperma tidak bisa hidup.
  4. Orang yang gemuk sangat sulit untuk penetrasi karena lemak yang berlebih.
Mungkin anda masih punya informasi yang lain mengenai hal ini, namun hanya ini yang saya peroleh saat sedang perkuliahan berlangsung. terima kasih sudah menymak. Wassalam...

Miliki Visi Diri

Setiap manusia yang dilahirkan kedua ini punya tujuan, menjadi pribadi yang baik ataupun tidak baik itupun adalah pilihan, menjadi berguna maupun tidak berguna bagi orang lain semua itu adalah pilihan dari manusia itu sendiri.

Manusia yang paham akan arti dirinya, mesti memiliki visi diri untuk menapaki kehidupannya sehari-hari. satu pertanyaan yang menyelimuti pikiran kita adalah Apakah arti visi diri. Visi adalah tujuan dan setiap manusia yang paham akan hakikat dirinya senantiasa memiliki tujuan hidup apakah itu tujuan untuk menjadi kaya raya saat berusia 30 tahun misalnya atau ingin menjadi pengusaha sukses 10 tahun kedepan, ingin menjadi seorang presiden 5 tahun kedepan dan sebagainya.

Setiap orang berhak menentukan dan mencari strategi dalam mencapai visi pribadinya tersebut, atau paling tidak anda mungkin memiliki visi menikah muda dan memiliki banyak anak, atau ingin menjadi dermawan membuat sebuah sekolah di daerah terpencil suatu saat nanti.

Nah...anda mesti punya visi pribadi agar ada sasaran yang anda ingin capai melalui strategi-strategi yang tentunya anda bisa tentukan sendiri. Mari kita sama-sama membuat visi pribadi kita agar hidup kita bisa terarah dan kita tidak berjalan di atas bumi ini tanpa arah dan tujuan, tentunya tidak ada kepastian hasil yang bisa kita capai.

Memiliki visi diri akan sangat membantu hidup kita dan akan membantu mewujudkan cita-cita yang ingin kita gapai sebab telah tertanam dalam pikiran kita apa yang ingin kita capai sehingga seluruh dimensi kehidupan kita akan terpusat ke tujuan atau visi yang ingin kita capai.

Terima kasih...

Monday, April 9, 2012

Pentingnya kasih sayang orang tua terhadap anak

 Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas sedikit bahwa betapa pentingnya kasih sayang orang tua terhadap anaknya, dimana dalam perkembangan psikologi anak akan berbeda terhadap anak yang semasa kecilnya selalu mendapatkan limpahan kasih sayang ketimbang anak yang jarang merasakan kasih sayang orang tuanya, ntah karena kesibukan orang tua, tidak punya waktu khusus untuk anak, cuek terhadap perkembangan anak atau bahkan karena tidak terbiasa berlama-lama dengan anaknya.
Sebagaimana diketahui bahwa keluarga adalah kelompok sosial pertama di mana anak berinteraksi, jadi segalanya berawal dari keluarga kemudian ketika sudah bisa berinteraksi ke masyarakat. Kohn dalam Taty Krisnawaty, menyatakan bahwa pola asuhan merupakan sikap orangtua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya.  Sikap orangtua ini meliputi cara orangtua memberikan aturan-aturan, hadiah maupun hukuman, cara orangtua menunjukkan otoritasnya, dan cara orangtua memberikan perhatian serta tanggapan terhadap anaknya. Dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, individu banyak dipengaruhi oleh peranan orangtua tersebut.  Peranan orangtua itu memberikan lingkungan yang memungkinkan anak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.
Melly Budiman, mengatakan bahwa keluarga yang dilandasi kasih sayang sangat penting bagi anak supaya anak dapat mengembangkan tingkah laku sosial yang baik.  Bila kasih sayang tersebut tidak ada, maka seringkali anak akan mengalami kesulitan dalam hubungan sosial, dan kesulitan ini akan mengakibatkan berbagai macam kelainan tingkah laku sebagai upaya kompensasi dari anak.
Dalam hal pola pengasuhan, terbagi menjadi 3 model pola asuh yaitu :
1.      Pola Asuh otoriter 
Menurut Stewart dan Koch, orangtua yang menerapkan pola asuh otoriter mempunyai ciri sebagai berikut: kaku, tegas, suka menghukum, kurang ada kasih sayang serta simpatik, Orangtua memaksa anak-anak untuk patuh pada nilai-nilai mereka, serta mencoba membentuk lingkah laku sesuai dengan tingkah lakunya serta cenderung mengekang keinginan anak.  Orangtua tidak mendorong serta memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri dan jarang memberi pujian.  Hak anak dibatasi tetapi dituntut tanggung jawab seperti anak dewasa.  Dalam penelitian Walters dalam Lindgren, ditemukan bahwa orang yang otoriter cenderung memberi hukuman terutama hukuman fisik.
2.      Pola Asuh Demokratis
Baumrind dan Black dalam Hanna Wijaya, dari hasil penelitiannya menemukan bahwa teknik-teknik asuhan orangtua demokratis yang menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri maupun mendorong tindakan-tindakan mandiri membuat keputusan sendiri akan berakibat munculnya tingkah laku mandiri yang bertanggung jawab.
3.      Pola Asuh Permisif
Stewart dan Koch, menyatakan bahwa orangtua yang mempunyai pola asuh permisif cenderung selalu memberikan kebebasan pada anak tanpa memberikan kontrol sama sekali. Anak dituntut atau sedikit sekali dituntut untuk suatu tangung jawab, tetapi mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa. Anak diberi kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri dan orangtua tidak banyak mengatur anaknya.
Dalam mengasuh anak butuh kesabaran dan kemauan, terdapat 3 pola pengasuhan anak dan diantara ketiga pola pengasuhan tersebut yang paling baik dijadikan rujukan adalah pola asuh demokratis, dimana teknik-teknik asuhan orangtua demokratis yang menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri maupun mendorong tindakan-tindakan mandiri membuat keputusan sendiri akan berakibat munculnya tingkah laku mandiri yang bertanggung jawab. Sehingga anak sudah bisa belajar bertanggung jawab dan mandiri sejak kecil dengan didikan dan asuhan secara demokratis. Mungkin anda punya pola pengasuhan yang lebih baik. Jika ada anda bisa menambahkan artikel ini dengan menulis pada kotak komentar di bawah ini. Terima Kasih.

Friday, April 6, 2012

Mencegah penyakit ginjal


Mari menyayangi ginjal kita dengan mencegah penyakit ginjal dengan cara sebagai berikut :
1.      Disarankan minum air putih minimal dua liter setiap hari. Jika di takar dengan gelas sebanyak 6-8 gelas per hari.
2.   Lakukan medical check up secara rutin. Lakukan pemeriksaaan kesehatan Anda secara berkala. Biasanya jadwal mengenai hal ini sudah diatur pada perusahaan masing-masing. Jangan abaikan pemeriksaan ini, meskipun Anda pada saat itumerasa sehat dan segar bugar. Apalagi jika usia Anda sudah melewati 35-40 tahun. Mengetahui sedini mungkin status kesehatan Anda adalah sesuatu yang baik.
3.  Amati air seni Anda. Prosedur ini adalah hal yang paling mudah dilakukan (tetapi jangan hanya didasarkan pada tindakan ini saja). Amati air seni Anda. Banyak informasi yang dapat Anda peroleh dari air seni. Jika pada saat membuang air seni, anda merasa nyeri, tertahan, atau air seni anda berwarna keruh, merah, berbusa atau disemuti, cobalah berkonsultasi dengan dokter keluarga / perusahaan Anda dengan segera. Jangan di tunda.
4.   Kembangkan pola hidup sehat. Aktivitas jangan terlalu berlebihan dalam jangka waktu lama, tidur dengan waktu yang cukup, jangan merokok, hindari minum alkohol, kendalikan stress, dan lain-lain. Khususnya yang ada hubungannya dengan pencegahan penyakit ginjal seperti : minum air yang cukup (6-8 gelas per hari), dan jangan suka menahan air kencing. Perhatikan juga aktivitas kerja anda sehari-hari, jika Anda adalah seorang yang pekerjaannya duduk, sempatkanlah waktu berjalan-jalan atau kegiaan olahraga secara rutin dan terjadwal. Paling baik adalah melakukan aktivitas 3-4 kali per minggu selama minimal 30 menit. Beri kesempatan tubuh untuk pulih kembali dengan aktivitas olahraga yang berselang-seling. Hari ini (atau dua hari berturut-turut) melakukan aktivitas olahraga, besok istirahat, dan seterusnya.
5.    Ginjal adalah obat penyaring dalam tubuh. Jika yang masuk adalah ‘racun’, akan segera dikeluarkan oleh ginjal. Namun bisa terjadi, ‘racun’ itu sendiri kemudian merusak ginjal. Akibatnya proses penyaringan ini akan terganggu. ‘Racun’ bagi ginjal yang masuk bisa berasal dari berbagai zat, yang kelihatannya tidak beracun, seperti makanan, minuman dan obat-obatan. Termasuk dalam hal ini zat-zat kimiawi yang tidak jelas asalnya (jamu-jamuan), hingga obat-obatan kedokteran. Galilah informasi sebanyak mungkin mengenai hal ini dari berbagai sumber, salah satunya dengan membaca informasi obat-obatan dan jamu-jamuan.
6.    Jangan berasumsi, asalkan food supplement, pastilah tidak mempunyai efek samping. Ada hal yang harus diperhatikan. Misalnya, apakah food supplement tersebut mempunyai ijin BPOM atau belum? Nomor registrasi DEPKES RI belumlah cukup, karena pemberian noreg DEPKES lebih bersifat prosedural administratif. Misalnya harus mempunyai dokumen perusahaan yang resmi, ataupun dokumen-dokumen resmi lainnya, sedangkan mengenai isi dan kualitas produk tersebut merupakan tanggung jawab Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
7.    Menjadi sembuh seketika tanpa mengganggu aktivitas kita sehari-hari memang baik. Tapi adakalanya tubuh me’rengek’ untuk minta istirahat dikala aktivitas kita sedang meningkat. Kalau memang itu yang dianjurkan dokter, sempatkanlah beristirahat (sambil minum obat). Jangan pula me’rengek’ ke dokter untuk minta obat yang bersifat BOM. Sekali minum langsung sembuh. Tidak semua dokter mau meluangkan waktu untuk menjelaskan berbagai efek samping obat-obatan ‘bom’. Memang akibatnya (meracuni ginjal), mungkin tidak akan dirasakan saat itu juga.
8.   Banyak kasus penyakit ginjal terjadi akibat konsumsi obat pelangsing yang tidak jelas baik produsen maupun aturannya. Menjadi lengsing tentu menarik. Tapi hal itu tidak bisa dicapai hanya dari luar saja. Usaha dan keinginan dari dalam diri sendiri merupakan faktor yang paling berperan. Selama ini berdasarkan pengalaman penulis, belum ada satupun obat pelangsing yang bisa melangsingkan tubuh tanpa diikuti dengan pengaturan diet dan berolahraga.
9.      Kurangi konsumsi gula, dan hindari konsumsi gula buatan/pemanis buatan
10.  Kurangi makanan berlemak karena dapat meningkatkan kolesterol dalam darah.