Tuesday, January 3, 2012

Penyebab adanya anak jalanan

Dalam kesempatan ini saya bermaksud berbagi mengenai penyebab adanya anak jalanan, yaitu :
1)      Masalah kemiskinan atau ekonomi, Kondisi obyektif ini terutama dipicu oleh krisis moneter dan ekonomi yang terus berlangsung hingga saat ini. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Soetarso (1996:35) seorang pakar pekerjaan sosial menjelaskan bahwa dampak krisis moneter dan ekonomi dalam kaitannya dengan anak jalanan, adalah :
1.      Orang tua mendorong anak untuk bekerja membantu ekonomi keluarga,
2.      Kasus kekerasan dan perlakuan salah terhadap anak oleh orang tua semakin meningkat sehingga anak lari ke jalanan,
3.      Anak terancam putus sekolah karena orang tua tidak mampu membayar uang sekolah,
4.      Makin banyak anak yang hidup di jalanan karena biaya kontrakan rumah/kamar meningkat.
Kondisi keluarga anak jalanan, yang dapat digolongkan dalam keadaan hidup “miskin”, membuat dan memaksa anak jalanan untuk tetap “survive” dengan hidup di jalanan. 
Jadi anak jalanan ada pada umumnya disebabkan karena keterpaksaan karena kemiskinan. adapun 

Cara Pencegahan HIV/AIDS

Pencegahan dengan menghilangkan atau mengurangi perilaku berisiko merupakan tindakan yang sangat penting.
a.       Pendidikan kesehatan dan peningkatan pengetahuan yang benar mengenai patofisiologi HIV dan transmisinya terutama mengenai fakta penyakit dan perilaku yang dapat membantu mencegah penyebarannya.
b.      Kontak seksual antara homoseksual sebaiknya dengan kondom.
c.       Kurangi jumlah pasangan atau pakai kondom.
d.      Tidak mengunakan alat suntik bersama-sama.
e.       Membersikan alat suntik dengan cairan pembersih atau menganti jarum suntik.
f.       Orang normal dengan pasangan yang beresiko menggunakan teknik seks yang aman :
1.      Menghindari aktivitas seksual yang beresiko (anal/vaginal)
2.      Pakai kondom dari lateks
3.      Pakai spermisida nonoksinol-9
4.      Pemijatan serta sentuhan
g.      Wanita dengan HIV : kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan tidak memberi ASI pada bayi.

cara penularan HIV/AIDS

HIV ditularkan melalui kontak seksual, injeksi perkutan terhadap darah yang terkontaminasi atau perinatal dari infeksi ibu ke bayinya.
Jalur penularan infeksi HIV serupa dengan infeksi hepatitis B :
a.       Anal intercourse / anal manipulation (homo seksual) akan meningkatkan kemungkinan trauma pada mukosa rektum selanjutnya memperbeser peluang untuk terkena virus HIV lewat sekret tubuh.
b.      Hubungan seksual dengan pasangan yang berganti – ganti.
c.       Hubungan hetero seksual dengan orang yang menderita infeksi HIV.
d.      Melalui pemakai obat bius intra vena terjadi lewat kontak langsung darah dengan jarum dan semprit yang terkontaminasi meskipun jumlah darah dalam semprit relatif kecil, efek kumulatif pemakaian bersama, peralatan suntik yang sudah terkontaminasi tersebut akan meningkatkan resiko penularan.
e.       Darah dan produk darah, yang mencakup transfusi yang diberikan pada penderita hemofilia, dapat menukarkan HIV kepada resipien
f.       Berhubungan seksual dengan orang yang melakukan salah satu tindakan yang di atas (Brunner, 2002).

Sunday, January 1, 2012

BAB III Makalah HIV/AIDS

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
HIV/AIDS adalah penyakit yang sampai sekarang ini belum ada obatnya dan mematikan, selain karena mengganggu kesehatan fisik, HIV/AIDS juga mengganggu stabilitas psikis dan kehidupan sosial penderita, sehingga perlu dilakukan penanganan yang komprehensif.
Peran pemerintah sangat besar terhadap penanganan HIV/AIDS sebab pemerintah adalah pemegang kendali terhadap stabilitas dalam kelompok masyarakat, selain itu pemerintah memiliki kekuatan melalui Kebijakan yang dibuat sebagai upaya pencapaian tatanan sosial yang sehat dan dinamis.
Melalui kebijakan yang telah di buat, pemerintah kota Makassar telah melakukan berbagai upaya promosi dan pencegahan, pengobatan serta rehabilitasi terhadap penderita HIV/AIDS. Semoga melalui upaya yang telah direncanakan dan yang telah dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan bisa menekan penularan HIV/AIDS serta menurunkan angka penderita HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Makassar.

B.     Saran
Di akhir makalah ini, penyusun ingin memberikan saran agar :
1.      Melalui hak yang dimiliki oleh pemerintah untuk membuat kebijakan, agar sekiranya dapat menyentuh kepada seluruh lapisan masyarakat sehingga dalam penerapan kebijakan yang di buat oleh pemerintah mudah dilaksanakan dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
2.      Pemerintah bersama jajarannya selalu sigap dalam menangani masalah HIV/AIDS sehingga penularannya dapat di cegah sehingga tidak banyak jatuh korban yang berujung kepada kematian.
3.      Pemerintah bisa menjadi tauladan bagi masyarakat sehingga perilaku yang berisiko HIV/AIDS dapat dicegah. Selain itu agar kiranya pemerintah selalu memperhatikan alokasi dana dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap penderita HIV/AIDS.