Tuesday, February 7, 2012

Anatomi Dan Fisiologi Alat Pernapasan

Fungsi pernapasan yang utama adalah untuk pertukaran gas.(14)

Gambar 2.1 : Saluran Pernapasan

Sumber : Price.S.A, Wilson.L.M. Patofisiologi Konsep Klinis Prosesproses Penyakit Bagian 2 edisi 4. Buku Kedokteran EGC. Jakarta, 1995. Hal 646.

Secara anatomi, fungsi pernapasan ini dimulai dari hidung sampai ke parenkim paru(14) .
Secara fungsional saluran pernapasan dibagi atas bagian yang berfungsi sebagai konduksi (pengantar gas) dan bagian yang berfungsi sebagai respirasi (pertukaran gas). Pada bagian konduksi, udara seakan-akan bolak-balik diantara atmosfir dan jalan nafas. Oleh karena itu, bagian ini seakan-akan tidak berfungsi, dan disebut dengan ”dead space”. Akan tetapi fungsi tambahan dari konduksi, seperti proteksi dan pengaturan kelembaban udara, justru dilakukan pada bagian ini. Adapun yang termasuk ke dalam konduksi ini adalah rongga hidung, rongga mulut, faring, laring, trakea, sinus bronkus dan bronkiolus nonrespiratorius.
Pada bagian respirasi akan terjadi pertukaran udara (difus) yang sering disebut dengan unit paru (lung unit), yang terdiri dari bronkiolus respiratorius,duktus alveolaris, atrium dan sakus alveolaris.
Bila ditinjau dari traktus respiratorius, maka yang berfungsi sebagai konduksi adalah trakea, bronkus utama, bronkus lobaris, bronkus segmental, bronkus subsegmental, bronkus terminalis, bronkiolus, bronkiolus
nonrespiratorius. Sedangkan yang bertindak sebagai bagian respirasi adalah bronkiolus respiratorius, bronkiolus terminalis, duktus alveolaris,sakus alveolaris dan alveoli.

Gambar 2.2: Sistemetika Percabangan Trakeabronkial.

Sumber : Scott.R.M, Industrial Hygine. Lewis Publishers, USA, 1995. Hal 167


Saluran pernapasan dari hidung sampai bronkiolus dilapisi oleh membran mukosa yang bersilia. Ketika udara masuk ke dalam rongga hidung, udara tersebut disaring, dihangatkan dan dilembabkan. Ketiga proses ini merupakan fungsi utama dari mukosa respirasi yang terdiri dari epitel toraks bertingkat, bersilia, dan bersel goblet. Permukaan epitel diliputi oleh lapisan mukus yang disekresi oleh sel goblet dan kelenjar serosa. Partikel-partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut-rambut yang terdapat dalam lubang hidung, sedangkan partikel yang halus akan terjaring dalam lapisan mukus. Gerakan silia akan mendorong lapisan mukus ke posterior di dalam rongga hidung, dan ke superior di dalam sistem pernapasan bagian bawah menuju ke faring. Dari sini lapisan mukus akan tertelan atau dibatukkan keluar. Air untuk kelembaban diberikan oleh lapisan mukus sedangkan panas yang disuplai ke udara inspirasi berasal dari jaringan di bawahnya yang kaya akan pembuluh darah. Jadi udara inspirasi telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga bila udara mencapai faring hampir bebas debu, bersuhu tubuh, dan kelembabannya mencapai 100%.(15)
Udara mengalir dari faring menuju laring atau kotak suara. Laring merupakan rangkaian cincin tulang rawan yang dihubungkan oleh otot dan mengandung pita suara. Di antara pita suara terdapat ruang berbentuk segi tiga yang bermuara di dalam trakea dinamakan glotis. Glotis merupakan pemisah antara saluran pernapasan bagian atas dan bawah. Meskipun laring terutama dianggap berhubungan dengan fonasi, tetapi fungsinya sebagai pelindung jauh lebih penting. Pada waktu menelan gerakan laring ke atas, penutupan glotis, dan fungsi sebagai penutupan pintu pada aditus laring, dari epiglotis yang berbentuk daun, berperanan untuk mengerahkan makanan dan cairan masuk ke dalam esofagus. Namun jika benda asing masih mampu masuk melampaui glotis, maka laring yang mempunyai fungsi batuk akan membantu mengeluarkan benda dan sekret keluar dari saluran pernapasan bagian bawah.
Trakea disokong oleh cincin tulang rawan yang berbentuk seperti sepatu kuda yang panjangnya kurang lebih 5 inci. Permukaan posterior agak pipih (karena cincin tulang rawan di situ tidak sempurna), dan letaknya tepat di depan esofagus. Tempat di mana trakea bercabang menjadi bronkus utama kiri dan kanan dikenal sebagai karina. Karina memiliki banyak saraf dan dapat menyebabkan bronkospasme dan batuk yang kuat jika dirangsang.
Paru-paru adalah dua organ yang berbentuk seperti bunga karang besar yang terletak di dalam torak pada sisi lain jantung dan pembuluh darah besar.Paru-paru memanjang mulai dari dari akar leher menuju diagfragma dan
secara kasar berbentuk kerucut dengan puncak di sebelah atas dan alas di sebelah bawah.(14)
Diantara paru-paru mediastinum, yang dengan sempurna memisahkan satu sisi rongga torasik sternum di sebelah depan. Di dalam mediastinum terdapat jantung, dan pembuluh darah besar, trakea dan esofagus, dustuk torasik dan kelenjar timus. Paru-paru dibagi menjadi lobus-lobus. Paru-paru sebelah kiri mempunyai dua lobus, yang dipisahkan oleh belahan yang miring. Lobus superior terletak di atas dan di depan lobus inferior yang berbentuk kerucut. Paru-paru sebelah kanan mempunyai tiga lobus. Lobus bagian bawah dipisahkan oleh fisura oblik dengan posisi yang sama terhadap lobus inferior kiri. Sisa paru lainnya dipisahkan oleh suatu fisura horisontal menjadi lobus atas dan lobus tengah. Setiap lobus selanjutnya dibagi menjadi segmen-segmen yang disebut bronko-pulmoner, mereka dipisahkan satu sama lain oleh sebuah dinding jaringan koneknif , masing-masing satu arteri dan satu vena. Masing-masing segmen juga dibagi menjadi unit-unit yang disebut lobulus.



Gambar 2.3 : Diagram Yang Memperlihatkan Lolobus Paru

Sumber : Watson.R. Anatomi Dan Fisiologi. Ed 10. Buku Kedokteran ECG. Jakarta,2002. Hal 303

Bronkus utama kiri dan kanan tidak simetris. Bronkus kanan lebih pendek dan lebih lebar dan merupakan kelanjutan dari trakea yang arahnya hampir vertikal. Sebaliknya bronkus kiri lebih panjang dan lebih sempit dan merupakan kelanjutan dari trakea dengan sudut yang lebih tajam. Benda asing yang terhirup lebih sering tersangkut pada percabangan bronkus kanan karena arahnya yang vertikal.
Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan kemudian bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecil sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantung udara). Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan, tetapi disusun oleh muskulus, fibrosa dan jaringan elastis yang dihubungkan dengan kuboit epitelium. Bronkiolus terminalis bercabang secara berulang untuk membentuk saluran yang disebut duktus alveolar. Di sinilah kantong alveolar dan alveoli terbuka. Alveoli dikelilingi suatu jaringan kapiler. Darah yang mengalami deoksigenasi memasuki jaringan kapiler arteri pulmoner dan darah yang mengandung oksigen meninggalkan alveoli untuk memasuki vena pulmoner. Di jaringan pipa kapiler ini berlangsung pertukaran gas antara udara
di dalam alveoli dan darah di dalam pembuluh darah.

Gambar 2.4 : Diagram Alveolus

Sumber : Watson.R. Anatomi Dan Fisiologi. Ed 10. Buku Kedokteran ECG, Jakarta, 2002. Hal 305.

Setelah bronkiolus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru-paru, yaitu tempat pertukaran gas. Asinus atau kadang-kadang disebut lobulus primer. Asinus terdiri dari:
1. bronkiolus respiratorius, yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya
2. duktus alveolaris, seluruhny adibatasi oleh alveolus
3. sakus alveolaris terminalis, merupakan struktur akhir paru-paru.
Terdapat sekitar 23 kali percabangan mulai dari trakea sampai sakus alveolaris terminalis. Alveolus (dalam kelompokan sakus alveolaris yang menyerupai anggur, yang membentuk sakus terminalis) dipisahkan dari alveolus di dekatnya oleh dinding tipis atau septum. Lubang kecil pada dinding ini dinamakan pori-pori kohn. Lubang ini memungkinkan komunikasi antar sakus alveolaris terminalis. Alveolus hanya mempunyai satu lapis sel saja yang diameternya lebih kecil dibandingkan dengan diameter sel darah merah. Dalam setiap paru-paru terdapat sekitar 300 juta alveolus dengan luas permukaan total seluas lapangan tenis.


Gambar 2.5 : Alveoli
Sumber : Tabrani.R.H. Prinsip Gawat Paru. Buku Kedokteran ECG.Jakarta,1996. Hal 13.

Alveolus merupakan gelembung gas yang dikelilingi oleh jalinankapiler, maka batas antara cairan dan gas membentuk suatu teganganpermukaan yang cenderung mencegah pengembangan pada waktu inspirasi dan cenderung kolaps pada waktu ekspirasi. Alveolus dilapisi zat lipoprotein yang dinamakan surfaktan, yang dapat mengurangi tegangan permukaan dan mengurangi resistensi terhadap pengembangan waktu inspirasi dan mencegah kolaps alveolus pada waktu ekspirasi. Pembentukan surfaktan oleh sel alveolus (tipe II) tergantung dari beberapa faktor, termasuk kematangan sel-sel alveolus dan sistem enzim biozintetiknya, kecepatan pergantian yang normal, ventilasi yang memadai dan aliran darah ke dinding alveolus. Surfaktan merupakan faktor penting dan berperan sebagai pathogenesis beberapa penyakit rongga dada. (15)
Anderson (16) menyatakan bahwa diluar bronkiolus terminalis terdapat asinus sebagai unit fungsional paru yang merupakan tempat pertukaran gas, asinus tersebut terdiri dari bronkiolus respiratorius yang mempunyai alveoli. Duktus alveolaris yang seluruhnya dibatasi oleh alveolus dan sakus alveolaris terminalis, merupakan struktur akhir paru-paru. (17)
Hilum adalah cekungan berbentuk segitiga pada permukaan medial cekung paru-paru. Struktur yang membentuk akar paru memasuki dan meninggalkan hilum, yang terletak sejajar vertebra torasik kelima sampai ketujuh. Struktur ini mencakup bronkus utama, arteri pulmoner, vena bronkiolus, dan pembuluh darah limfatik, yang meninggalkan akar paru-paru. Terdapat juga banyak nodus limfe di sekitar akar paru-paru. (14)
Pleura adalah suatu membran serosa yang mengelilingi paru-paru. Pleura disusun oleh sel-sel epitel datar pada dasar membran dan memiliki dua lapisan. Pleura viseral melekat kuat pada paru-paru, melapisi permukaan paru-paru dan masuk ke dalam fisura inter-lobus. Pada akar paru, lapisan viseral direflekasikan kembali menjadi lapisan parietalis yang menghubungkan dinding dada dan membungkus lapisan diagfragma superior. Kedua lapisan pleura tersebut bersentuhan. Dinding yang satu dengan dinding lainnya hanya dipisahkan oleh satu film cair yang memungkinkan mereka menggelinding satu sama lain tanpa terjadi gesekan. Ruang yang terdapat di antara lapisan ini disebut rongga pleura. (14)


Gambar 2.6 : Diagram Pleura
Sumber : Watson.R. Anatomi Dan Fisiologi. Ed 10. Buku Kedokteran ECG. Jakarta,2002. Hal 306.

Menurut Rahajoe dkk, (1994) fungsi utama paru adalah sebagai alat pernapasan yaitu melakukan pertukaran udara (ventilasi), yang bertujuan menghirup masuknya udara dari atmosfer kedalam paru-paru (inspirasi) dan mengeluarkan udara dari alveolar ke luar tubuh (ekspirasi) (18). Fungsi
pernapasan ada dua yaitu sebagai pertukaran gas dan. Pengaturan keseimbangan asam basa(13). Pernapasan dapat berarti pengangkutan oksigen (O2) ke sel dan pengangkutan CO2 dari sel kembali ke atmosfer. Menurut Guyton proses ini terdiri dari 4 tahap yaitu ;
a).Pertukaran udara paru, yang berarti masuk dan keluarnya udara ke dan dari alveoli. Alveoli yang sudah mengembang tidak dapat mengempis penuh, karena masih adanya udara yang tersisa didalam alveoli yang tidak dapat dikeluarkan walaupun dengan ekspirasi kuat. Volume udara yang tersisa ini disebut volume residu. Volume ini penting karena menyediakan O2 dalam alveoli untuk mengaerasikan darah.
b).Difusi O2 dan CO2 antara alveoli dan darah.
c).Pengangkutan O2 dan CO2 dalam darah dan cairan tubuh menuju ke dan dari sel-sel.
d).Regulasi pertukaran udara dan aspek-aspek lain pernapasan (19).


Gambar 2.7 : pertukaran gas

Sumber : Tabrani.R.H. Prinsip Gawat Paru. Buku Kedokteran ECG. Jakarta,1996. Hal 21.

Gambar 2.8 : pertukaran gas

Sumber : Tabrani.R.H. Prinsip Gawat Paru. Buku Kedokteran ECG. Jakarta,1996. Hal 21.
Menurut Rahajoe dkk (1994), dari aspek fisiologis, ada dua macam pernapasan yaitu :
a). Pernapasan luar (eksternal respiration), yaitu penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 dalam paru-paru.
b).   Pernapasan dalam (internal respiration) yang aktifitas utamanya adalah pertukaran gas pada metabolisme energi yang terjadi dalam sel.Ditinjau dari aspek klinik yang dimaksud dengan pernapasan pada umumnya adalah pernapasan luar (18) (20).
Untuk melakukan tugas pertukaran udara, organ pernapasan disusun oleh beberapa komponen penting antara lain :
a). Dinding dada yang terdiri dari tulang, otot dan saraf perifer
b). Parenkim paru yang terdiri dari saluran nafas, alveoli dan pembuluh darah.
c). Pleura viseralis dan pleura parietalis.
d). Beberapa reseptor yang berada di pembuluh arteri utama.
Sebagai organ pernapasan dalam melakukan tugasnya dibantu oleh sistem kardiovaskuler dan sistem saraf pusat. Sistem kardiovaskuler selain mensuplai darah bagi paru (perfusi), juga dipakai sebagai media transportasi O2 dan CO2 sistem saraf pusat berperan sebagai pengendali irama dan pola pernapasan (19) .

Pencemaran Udara

Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat dalam udara dalam jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan mengganggu kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.
Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara dan lingkungan sekitarnya. Udara adalah juga atmosfir yang berada di sekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini. Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas, karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh khlorofil daun dan ozon (O3) untuk menahan sinar ultra violet.
Sebagian besar udara dalam lapisan troposfer selalu berputar-putar dan terus bergerak, menjadi panas oleh sinar matahari, kemudian bergerak lagi diganti oleh udara dingin yang akan menjadi panas kembali, begitu seterusnya. Proses fisik tersebut menyebabkan terjadinya pergerakan udara dalam lapisan troposfer, dan merupakan faktor utama untuk mendeteksi iklim dan cuaca di permukaan bumi. Di samping itu pergerakan udara tersebut juga dapat mendistribusikan bahan kimia pencemar dalam lapisan troposfer.
Bila udara bersih bergerak di atas permukaan bumi, udara tersebut akan membawa sejumlah bahan kimia yang dihasilkan oleh proses alamiah dan aktifitas manusia. Sekali bahan kimia pencemar masuk ke dalam lapisan troposfer, bahan pencemar tersebut bercampur dengan udara dan terbawa secara vertikal dan horisontal serta bereaksi secara kimiawi dengan bahan lainnya di dalam atmosfer. Dalam mengikuti gerakan udara, polutan tersebut menyebar, tetapi polutan yang dapat tahan lama akan terbawa dalam jarak yang jauh dan jatuh ke permukaan bumi menjadi partikel-partikel padat dan larut dalam butiran-butiran air serta mengembun jatuh ke permukaan bumi.
Berat ringannya suatu pencemaran udara di suatu daerah sangat bergantung pada iklim lokal, topografi, kepadatan penduduk, banyaknya industri yang berlokasi di daerah tersebut, penggunaan bahan bakar dalam industri, suhu udara panas di lokasi, dan kesibukan transportasi. Dalam suatu daerah yang tinggi lokasinya dari permukaan laut (pegunungan), curah hujan akan sangat membantu proses pembersihan udara.di samping itu angin yang kencang dapat pula menyapu polutan udara ke daerah lain yang lebih jauh.
Tempat yang tinggi dapat menghambat tiupan angin dan mencegah terjadinya pengenceran kandungan udara polutan. Pada waktu siang hari, sinar matahari menghangatkan udara di permukaan bumi. Udara panas tersebut akan merambat ke atas sehingga udara yang mengandung polutan di permukaan bumi akan terbawa ke atas, ke dalam troposfer. Udara bertegangan tinggi akan bergerak ke udara yang bertegangan rendah sambil membawa udara polutan tersebut, sehingga pencemaran udara dari lokasi tersebut akan berkurang. Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2 macam, yaitu:
1. Karena faktor internal (secara alamiah), contoh :
a. Debu yang beterbangan akibat tiupan angin.
b. Abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi berikut gas-gas vulkanik.
c. Proses pembusukan sampah organik, dll.
2. Karena faktor eksternal (karena ulah manusia), contoh:
a. Hasil pembakaran bahan bakar fosil.
b. Debu/serbuk dari kegiatan industri.
c. Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara (12) .
Debu adalah partikel yang dihasilkan oleh proses mekanis seperti penghancuran batu, pengeboran, peledakan yang dilakukan pada tambang timah putih, tambang besi, tambang batu bara, diperusahaan tempat menggurinda besi, pabrik besi dan baja dalam proses sandblasting dan lain-lain. Debu yang terdapat dalam udara terbagi dua yaitu deposit particulate matter yaitu partikel debu yang berada sementara di udara, partikel ini segera mengendap akibat daya tarik bumi, dan suspended particulate matter yaitu debu yang tetap berada di udara dan tidak mudah mengendap. Deposit particulate metter dan suspended particulate matter sering juga disebut debu total.
Sifat-sifat debu adalah :
1. Sifat pengendapan
Adalah sifat debu yang cenderung selalu mengendap karena gaya grafitasi bumi. Namun karena kecilnya kadang-kadang debu ini relatif tetap berada di udara. Debu yang mengendap dapat mengandung proporsi partikel yang lebih dari pada yang ada diudara.
2. Sifat Permukaan Basah
Sifat permukaan debu akan cenderung selalu basah, dilapisi oleh lapisan air yang sangat tipis. Sifat ini penting dalam pengendalian debu dalam tempat kerja.
3. Sifat Penggumpalan
Oleh karena permukaan debu selalu basah, sehingga dapat menempel satu sama lain dan dapat menggumpal. Kelembaban di bawah saturasi kecil pengaruhnya terhadap penggumpalan debu. Akan tetapi bila tingkat humiditas di atas titik saturasi mempermudah penggumpalan. Oleh karena partikel debu bisa merupakan inti dari pada air yang berkonsentrasi, partikel jadi besar.
4. Sifat Listrik Statik
Debu mempunyai sifat listrik statis yang dapat menarik partikel lain yang berlawanan. Dengan demikian, partikel dalam larutan debu mempercepat terjadinya proses penggumpalan.
5. Sifat Opsis
Debu atau partikel basah/lembab lainnya dapat memancarkan sinar yang dapat terlihat dalam kamar gelap. Debu tambang didefinisikan sebagai zat padat yang terbagi halus. Partikel-partikel zat padat atau cairan yang berukuran sangat kecil di dalam medium gas atau udara disebut aerosol misalnya asap, kabut dan debu dalam udara.
Agar dapat mengendalikan zat-zat berbutir dalam udara tambang dengan baik, maka perlu dipahami sifat-sifat dasar sebagai berikut :
1. Zat-zat berbutir, baik cairan maupun padat yang menunjukkan kelakuan yang serupa apabila dikandung dalam udara.
2.  Butiran-butiran debu baik yang mengakibatkan penyakit maupun ledakan/mudah terbakar berukuran <10mikron. Butiran-butiran yang berukuran <5 mikron diklasifikasikan sebagai debu terhirup (respirable dust).
3. Butiran-butiran >10 tidak tinggal lama di dalam suspensi aliran udara.
4. Debu-debu tambang dan industri mempunyai karakteristik berukuran sangat kecil, antara 0,5-3 mikron. Aktifitas kimianya meningkat dengan semakin berkurangnya ukuran butir.
5. Debu di bawah ukuran 19 mikron yang menyebabkan akibat serius terhadap kesehatan tidak mempunyai berat yang berarti atau lamban (inertia), dengan demikian dapat tinggal sebagai suspensi dalam udara dan mustahil dapat mengendap dari aliran udara.
6. Untuk mengendalikan debu halus tersebut (<10 mikron) yang telah mengapung di dalam udara, memerlukan pengontrolan aliran udara dimana debu bersuspensi (13) .
Debu dapat dikelompokkan berdasarkan akibat fisiologisnya terhadap tenaga kerja. Klasifikasi debu berdasarkan tingkat bahayanya yaitu :
1. Debu fibrogenik (bahaya terhadap sistem pernapasan).
Contoh : silika (kwarsa, chert), silicate (asbestos, talk, mica, silimate), metal fumes, biji beryllium,bijih timah putih, beberapa biji besi, carborundum, batu bara (anthracite, bituminous).
2. Debu karsinogenik (penyebab kanker)
Contoh : debu hasil peluruhan radon, asbestos, arsenik.
3. Debu-debu beracun (toksik terhadap organ/jaringa tubuh).
Contoh : bijih beryllium, arsen, timbal, uranium radium, torium, chromium, vanadium, mercury , cadmium, antimony, selenium, mangan, tungsten, nikel dan perak.
4. Debu radioaktif (berbahaya karena radiasi alfa dan beta)
Contoh : bijih- bijih uranium, radium, torium.
5. Debu eksplosif
Contoh : debu-debu metal (magnesium,aluminium, zinc, timah putih, besi), batu bara (bituminous,lignite), bijih-bijih sulfida, debu-debu organik.
6. Debu-debu pengganggu/nuisance dusts (mengakibatkan kerugian yang ringan terhadap manusia). Contoh : gypsum, koalin, batu kapur.
7. Inert dust/debu yang tidak bereaksi kimia dengan zat lain (tidak mempunyai akibat pada paru-paru).
8. Respirable dust (debu yang dapat terhirup oleh manusia yang berukuran dibawah 10 mikron).
9. Irrespirable dust (debu yang tidak dapat terhirup oleh manusia yang berukuran diatas 10 mikron).
Semua debu apabila terdapat dalam jumlah yang berlebihan untuk jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan kerusakan patologis pada manusia. Debu-debu dengan komposisi yang berbeda mempunyai efek yang berbeda.

Saturday, February 4, 2012

Tentang Maestro Gate FM UMI Makassar

Mengutip postingan dari kakanda chapunk sidarta (nama udara Mukmin Sandia) setelah menelusuri om Google, kutemukan beberapa penggalan kata mengenai ilustrasi Maestro sejak tahun 1994 hingga tahun 2005.
Radio Pendidikan Maestro Gate Fm (RPMG-UMI) Makassar berdiri pada tahun 1994, diprakarsai oleh beberapa mahasiswa teknik elektro, pada awal beroperasi ketika pertama mengawali aktifitas penyiaran, studio maestro berada didalam sebuah WC di lantai 4 gedung Laboratorium kampus II UMI Makassar, selang beberapa bulan kemudian studio maestro kemudian pindah ke lantai 5 dan meneruskan aktifitas broadcast nya sampai pada bulan maret tahun 2005 kemudian pindah ke lantai dasar Masjid Umar Bin Khattab sampai sekarang alamat lengkap sekretariatnya adalah Radio Pendidikan Maestro Gate Fm Lt.Dasar Masjid Umar Bin Khatab Jl.uripsumoharjo Km.5 Kampus II Universitas Muslim Indonesia Makassar Sul-Sel, Untuk sementara teleponnya belum aktif, namun ketika anda ingin berkomunikasi dengan kami yang masih aktif dalam organisasi Radio Kampus UMI tersebut, kami persilahkan untuk masuk ke dalam grup di FB (Maestro gate fm).
Melanjutkan postingan ini, saya menambahkan bahwa sejak tahun 2005-2008 Maestro mengudara dengan segenap permasalahan dari pemancar sudah berumur, namun selalu saja kita optimis menggunakannya dan setia meski kondisi demikian. Kemudian tahun 2008 inilah kemudian pemancar ini mengalami kerusakan yang boleh dibilang sulit di perbaiki dengan permasalahan yang kompleks termasuk biaya, teknisi dan pengurusnya sehingga terlihat kekosongan aktivitas mengudara saat memasuki tahun 2008 hingga 3 tahun kemudian, yaitu tahun 2011.

Berlanjut ke tahun 2011, ternyata seluruh hati senior tergetuk melihat kondisi yang makin memprihatinkan ini, ditambah dengan makin bertambahnya jumlah senior MG yang bermukim kembali di Makassar. Melalui semangat kebersamaan yang tak pernah pudar dan rasa cinta terhadap Maestro kata K’ Puput (nama udara Hasmawati), dengan semangat yang tinggi dari K’Muckti (nama udara Imam Mukti), dan wadiabala lain diantaranya J'a (Amna Abdullah), Vika aditya (Irmawati), Hafid (Abd. Hafid), dan pemeran tambahan Sheny (Erni Taning), he..he..Tak lupa pula saya sebutkan seorang Fans yang sangat aktif dan begitu berperan bagi Maestro yaitu Karra Azzuri Montella (A. Ike Indra PK), adapula semangat yang besar dari k’chandra, k’ruke, k’utha, k’deni, k’wadi (yang manis, dengan lesung pipit yang selalu dipamerkannya), k’nasrun (yang sibuk sekali, maklum sedang CoAs). Mohon maaf bila yang lain tidak sempat saya sebutkan satu persatu namanya.Akhirnya dilakukan perekrutan anggota baru untuk membangun kembali MGFM, dan sudah terdapat 23 WBMG baru.
Bercerita perkembangan Maestro Gate FM tahun 2012 untuk sementara ini sedang sibuk menggalang dana untuk pengadaan pemancar, dimana pemancar kami yang sebelumnya sedang rusak dan bahkan sampai hilang pada akhirnya, sehingga kami berupaya dengan segenap jiwa dan semangat yang kami miliki dengan beranggotakan WBMG yang baru sebanyak 23 orang dan kami anggota lama yang terketuk hatinya untuk membangun kembali Maestro terus berupaya menggalang dana, sebab dalam sebuah organisasi radio, yang menjadi jiwanya adalah pemancar, dan kami ingin hidup dengan perpaduan jiwa dan raga selayaknya manusia. Kami tidak akan berhenti sebelum melihat Maestro kembali hidup dan mengudara, semoga kami di beri kemudahan dan semangat yang tidak pernah berhenti melalui kebersamaan, kesetiaan dan kemauan yang gigih untuk berkembang.
Diakhir tulisanku ini, saya bercerita bahwa sebentar malam anak-anak Maestro akan ngadain acara bakar-bakar ikan dengan tujuan untuk mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, rasa cinta dan solidaritas yang tinggi terhadap Maestro. sebelum menutup tulisanku ini, saya ingin katakan bahwa nama saya Dhea Adhelia…^_^
Untuk sementara ini saya cukupkan sekian dulu, saya akan lanjutkan beberapa waktu kemudian, bagi anda yang ingin berkomentar saya persilahkan. Wassalam.

Bandara Sultan Hasanuddin



Hai teman sekalian, saya kembali mengungkapkan perasaan dengan melihat Bandara Sultan Hasanuddin. Berdasarkan hasil dari membaca-baca postingan dari teman-teman blogger lainnya, saya berhasil menemukan sesuatu yang bagi saya penting kita ketahui yaitu Sekelumit tentang sejarah Bandara Sultan Hasanuddin.
Bandara Sultan Hasanuddin dari dulu sudah merupakan bandara besar. Ketika pertama dibangun pemerintah Hindia-Belanda pada 1935, dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, panjang landasannya saja sudah 1.600 meter. Jauh lebih panjang dari bandara perintis sekarang yang rata-rata panjangnya dibawah 1.000 meter. Meski begitu, landasannya masih tanah rumput. Baru ketika Jepang berkuasa pada 1942 landasan itu dibeton dan namanya diganti jadi Lapangan Terbang Mandai. 
Nah, ternyata setelah sekutu dan Belanda masuk lagi pada 1945, mereka membuat satu landasan pacu lagi. Panjangnya 1.745 meter dan dikerjakan oleh 4.000 orang mantan prajurit Romusha. Di masa Indonesia merdeka, pada 1955, landasan diperpanjang lagi menjadi 2.345 meter, dan nama Lapangan Terbang Mandai diganti jadi Pelabuhan Udara Mandai. Pada 1980 diperpanjang lagi menjadi 2.500 meter dan nama Pelabuhan Udara Sultan Hasanuddin mulai dipakai. 
Kemudian pada tahun 1985, nama Pelabuhan Udara Hasanuddin diganti menjadi Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Dan akhirnya pada 1995 ditetapkan sebagai bandara internasional. Dua penerbangan internasional perdananya adalah dari Malaysia dan Singapura. Tapi sebenarnya, sebelum berstatus internasional pun, karena sudah ditetapkan sebagai pelabuhan embarkasi haji pada 1990, Bandara ini sudah melayani penerbangan jamaah haji ke Jeddah. 
Hingga Kini Bandara Sultan Hasanuddin dikelola oleh dan jadi sumber profit PT Angkasa Pura I. Pada Februari lalu, Dirut PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo melaporkan, Bandara Sultan Hasanuddin memang pernah mengalmai kerugian pada 2009 sebesar Rp 19,766 miliar. Namun hal itu terjadi karena sedang ada pembangunan bandara baru. Tahun 2010, Bandara Hasanuddin kembali laba Rp 3,296 miliar.
Nah…tadi sudah diceritakan sekelumit tentang Bandara Sultan Hasanuddin, kini saya ingin beranjak ke rasa haru saya ketika berada di dalam area Bandara Sultan Hasanuddin ini. Waktu itu sekitar tahun 2010 untuk pertama kalinya saya keluar daerah menggunakan jasa travel untuk terbang ke Sulawesi Tenggara, sungguh hal yang sangat berkesan waktu itu. Maklum saja, saya kan baru pertama kali..so.. pastinya sangat jelas rasa penasaran saya. Ternyata selain tempatnya yang sangat luas, pemandangan dari dalam menuju ke luar bandara sangat indah, disana sini hijau, namun namanya juga bandara pastinya bising. Ketika lapar ada kantin, ketika Boring ada toko buku yang menyediakan aneka jenis buku yang bisa menemani anda selama menunggu pesawat. Tidak hanya itu, ada banyak wisatawan yang bisa kita lihat, maklum saja saya waktu itu baru kali pertama naik pesawat jadi kelihatan katro alias kampungan. Haru rasanya saat resepsionis yah kalau gak salah namanya, ngajak seluruh penumpang naik ke pesawat jurusan masing-masing dengan suaranya yang lembut.
Bandara Sultan Hasanuddin sudah melakukan upaya perbaikan sana sini dan ternyata berhasil bisa memikat hati penumpangnya. Segala fasilitas yang dipersiapkan sangat lumayan bagi saya untuk memenuhi kebutuhan penumpang saat menunggu pesawatnya datang hingga meninggalkan Bandara Sultan Hasanuddin. Hari ini saya sedang tulis apa saja yang saya ingin tulis, untuk kelanjutannya akan saya tambahkan pada minggu berikutnya, jika anda ingin berkomentar silahkan masuk pada kotak komentar. Terima kasih..