Monday, September 3, 2012

Fakta Konsumsi Rokok di Indonesia


Apa yang terlintas dikepala anda tentang gambar ini :


Kali ini kembali saya membahas mengenai rokok, namun kita perhatikan dulu bagaimana fakta konsumsi rokok :

  • Indonesia salah satu negara konsumen tembakau terbesar di dunia. Indonesia menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan tingkat agregat konsumsi tembakau tertinggi di dunia.
  • Indonesia mengalami peningkatan tajam konsumsi tembakau dalam 30 tahun terakhir: dari 33 milyar batang per tahun di tahun 1970 ke 217 milyar batang di tahun 2000. Antara tahun 1970 dan 1980, Konsumsi meningkat sebesar 159 %. Faktor-faktor yang ikut berperan adalah iklim  ekonomi yang positif dan mekanisasi produksi rokok di tahun 1974.
  • Antara tahun 1990 dan 2000, peningkatan lebih jauh sebesar 54% terjadi dalam konsumsi tembakau – walaupun terjadi krisis ekonomi.

Kenyataan yang terjadi di lapangan mengenai rokok adalah bahwa rokok menjadi kebutuhan sehari-hari yang sulit ditiadakan oleh perokok aktif karena mereka sudah ketergantungan. Namun kita pun sebenarnya sangat menyadari bahaya dan sudah melihat dampak negatif dari merokok tapi ntah mengapa di Indonesia begitu sulit mengatasi masalah rokok.

Tim Medis dan para medis sudah dikerahkan untuk membuat program dan mengatasi permasalahan ini secara bersama-sama namun belum mendapatkan solusi yang pas untuk menurunkan angka kecanduan merokok di Indonesia.

Patut pula menjadi bahan pemikiran bahwasanya memang pabrik rokok di Indonesia itu sangat banyak dan menjadi sumber pemasukan terbesar dan menampung banyak karyawan di dalamnya sehingga mengurangi data pengangguran di Indonesia, namun sebenarnya hal ini bukan berarti bahwa rokok itu sah-sah saja untuk membunuh generasi Indonesia satu per satu, dan hal ini perlu solusi, terutama dari pihak pemerintah untuk berani mengambil terobosan baru untuk menutup mau meutup pabrik rokok yang ada di Indonesia dan menggantinya dengan pabrik yang bermanfaat dan bisa menampung seluruh pekerja yang sebelumnya bekerja di pabrik rokok tersebut (sebagai masukan), memang untuk memulai sesuatu yang baru teramat sulit namun jika ingin melakukannya dan jika merupakan kebaikan pasti bisa.

Berdasarkan survei yang telah saya lakukan bahwa sebagian besar kaum adam merokok dengan pertimbangan bahwa ternyata banyak generasi-generasi terdahulu masih sehat bugar hingga meninggal dunia, adapun yang mengatakan bahwa meskipun tanpa merokok manusia pasti mati, jawaban lain mengatakan kalau memang rokok itu berbahaya mengapa pemerintah masih membiarkan pabrik rokok bertebaran di Indonesia, selain itu pada kalangan mahasiswa yang ditanyai mengenai alasan mereka merokok, jawaban mereka adalah bahwa dengan merokok akan melancarkan mereka dalam berpikir.

Alasan-alasan ini sebenarnya adalah sebuah upaya pembenaran untuk merokok, namun di balik itu, kenyataan yang ada adalah bahwa rokok adalah penyebab nomor 3 kematian di Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. kata-kata secara langsung terlontar sebab kebanyakan meninggal akibat penyakit akibat rokok yang memang menyerang organ paru, dan kata-kata tidak langsung adalah efek-efek yang tidak langsung menyebabkan kematian akibat merokok, misalnya komplikasi dengan penyakit lain yang tak lain sebenarnya di picu oleh rokok juga, karena sebenarnya rokok itu menyerang masuk ke dalam aliran darah yang mengaliri seluruh tubuh sehingga secara tidak langsung toksik dari rokok tersebut bisa mengganggu semua yang di laluinya.

Sampai hari ini masalah rokok masih menjadi PR untuk seluruh kita semua, dan menjadi masalah kesehatan masyarakat karena penyakit yang ditimbulkan oleh rokok bisa menular kepada orang lain dan bisa menyebabkan kesakitan hingga kematian yang bisa meresahkan masyarakat. bagaimanapun andil masyarakat dan seluruh sektor yang terkait dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian sasaran penurunan angka konsumen rokok di Indonesia.

INDONESIA SEHAT adalah dambaan kita semua.


0 komentar: