Saturday, October 8, 2011

Angka Kematian Ibu

     Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam mengandung, melahirkan dan merawat kita sejak kecil hingga besar. Kontribusi ibu terhadap anaknya adalah tidak ternilai harganya, namun kenyataan yang ada adalah setiap tahun diperkirakan terjadi 20.000 kematian ibu karena komplikasi melahirkan dan selama kehamilan.Oleh karena itu perhatian persoalan ini harus ditekankan untuk mengurangi angka kematian ibu. salah satunya adalah dengan mengalokasikan anggaran untuk ibu melahirkan.

     Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, eklambsia yang menyebabkan tekanan darah sewaktu kehamilan, komplikasi abortus sewaktu melahirkan dapat dicegah, misalnya komplikasi akibat abortus tidak aman. Kompilasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian. Sebahagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan usia 15 hingga 24 tahun yang menggunakan metode kontrasepsi modern. Metode yang paling umum digunakan adalah suntik diikuti pil.Berbagai potensi kematian ibu bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan. Kenyataannya sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah. Pada tahun 2006 proporsi persalinan yang dibantu tenaga kesehatan baru mencapai 72,4% dan pada tahun 2009 proporsi pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan telah mencapai 77,3%.


     Risiko kematian ibu dapat diperparah oleh adanya anemia dan penyakit menular seperti malaria, TBC, hepatitis, dan HIV/AIDS. Pada 1995, mislanya prevalensi anemia pada ibu hamil masih sangat tinggi yaitu 51% dan ibu nifas 45%. Anemia pada ibu hamil mempunyai dampak kesehatan terhadap ibu dan anak dalam kandungan, meningkatkan risiko keguguran, kelahiran premature, bayi dengan BBLR, serta sering menyebabkan kematian ibu dan bayi baru lahir. Faktor lain yang berkontribusi adalah kekurangan energy kronik (KEK). Pada tahun 2002, 17,6% wanita usia subur menderita KEK.  selain itu tingkat sosial ekonomi, tingkat pendidikan, faktor budaya, dan akses terhadap sarana kesehatan dan transportasi juga berkontribusi secara tidak langsung terhadap kematian dan kesakitan ibu. Situasi ini diidentifikasi sebagai "3T" yaitu 3 keterlambatan :
  1. Terlambat mengenali bahaya ibu akan melahirkan dan merujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.
  2. Terlambat transportasi menuju Puskesmas atau RS dan terlambat memperoleh pertolongan di RS/Puskesmas
  3. Kelainan atau penyakit penyebab 90 persen ibu melahirkan meninggal, antara lain perdarahan, virus infeksi dan komplikasi abortus.

0 komentar:

Post a Comment